Breaking News:

Dugaan Penganiayaan Bocah 9 Tahun, Polres Cirebon Kota Masih Kumpulkan Bukti dan Keterangan Saksi

Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar, mengatakan, masih bekerja mencari barang bukti dan meminta keterangan saksi kasus bocah 9 tahun dianiaya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
ahmad imam baehaqi/tribun jabar
Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar (kiri), didampingi Wakapolres Cirebon Kota, Kompol Ahmat Troy Aprio (kanan), saat rapat terbatas Aula Catur Prasetya Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Senin (13/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jajaran Polres Cirebon Kota masih mengumpulkan bukti-bukti kasus penganiayaan yang menimpa bocah sembilan tahun.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, mengatakan, hingga kini jajarannya masih bekerja keras mencari barang bukti dan meminta keterangan saksi.

Menurut dia, terduga pelaku yang merupakan tetangga korban juga ternyata anak di bawah umur karena masih berusia 16 tahun.

"Kami mengumpulkan alat bukti dulu, karena kasus ini juga baru ditangani," ujar M Fahri Siregar saat ditemui di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Kamis (21/10/2021).

Ia memastikan jajarannya bertindak cepat setelah menerima laporan dugaan penganiayaan dari orang tua korban pada pekan lalu.

Bahkan, pihaknya pun telah mengamankan terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Cirebon Kota.

Namun, dari hasil pemeriksaan sementara petugas belum menemukan alat bukti kuat dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut.

"Hingga kini, kami juga belum menemukan dua alat bukti kuat untuk menjerat terduga pelaku," kata M Fahri Siregar.

Fahri menyampaikan, penetapan tersangka pun belum dapat dilakukan karena hal itu membutuhkan minimal dua alat bukti kuat.

Baca juga: Bocah 9 Tahun di Cirebon Dianiaya Tetangganya hingga Giginya Goyang, Wajah Ditempelkan di Knalpot

Selain itu, saat kejadian tidak ada saksi mata yang melihat langsung di sekitar lokasi sehingga pihaknya belum dapat mengorek keterangan secara menyeluruh.

Pernyataan ayah korban yang menyatakan terduga pelaku kerap merundung anaknya juga tidak dapat dibenarkan karena saat kejadian tidak ada saksi mata yang melihatnya.

"Kasus ini masih didalami, dan kami juga berusaha keras untuk mencari fakta-fakta sebenarnya," ujar M Fahri Siregar. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved