Breaking News:

Dampak Pandemi dan Aturan Baru, Jumlah Kontraktor Berkurang, Jasa Konstruksi Perlu Penyelamatan

Pandemi Covid-19 berdampak pula di bidang usaha jasa kostruksi di Jawa Barat

Editor: Siti Fatimah
cammconstruction.com
lustrasi konstruksi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 berdampak pula di bidang usaha jasa kostruksi di Jawa Barat. Lelang banyak yang terhambat akibat pandemi, karena itu perlu segera dilakukan tindakan penyelamatan di bidang jasa konstruksi ini,

Ketua Badan Pengawas, Gapensi Jabar, Susilo Wibowo mengatakan tak hanya dampak Covid-19, sektor usaha jasa konstruksi juga harus menghadapi permasalahan-permasalahan lama.

Bahkan kini harus menghadapi kesulitan dengan  adanya PP no.5 tahun 2021.

"Banyak persoalan yang dihadapi usaha jasa konstruksi. Bila kondisi seperti ini terus makan akan membuat banyak pelaku jasa konstruksi di Jawa Barat gulung tikar," katanya di Bandung, Rabu (20/10/2021).

Baca juga: Puluhan Pengusaha Konstruksi di Cimahi Terancam Tak Bisa Ikut Lelang Proyek, Terganjal Aturan Ini

Menurutnya, diberlakukannya persyaratan-persyaratan dalam  PP no.5 tahun 2021,  akan banyak perusahaan jasa konstruksi di Jawa Barat tutup.

Dari jumlah 15.000 an perusahaan yang ada saat ini, mungkin tinggal 20% nya saja

Susilo yang juga merupakan Koordinator Subdivisi Konstruksi, Tim Pemulihan Ekonomi Daerah (TPED) Jabar ini mengatakan diantara kesulitan yang harus segera dicari solusinya adalah masalah “jumping harga”, penawaran harga sangat rendah (tidak wajar) dalam lelang proyek konstruksi.

"Karena jumping harga ini tak hanya  menciptakan persaingan tidak sehat, tapi juga memunculkan berbagai masalah hukum dan berpotensi membuat terjadinya kegagalan konstruksi," katanya.

Baca juga: Raih Pendanaan 3 Bank Internasional, Konstruksi PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Dimulai

Sementara terkaIt COVID-19, dikatakan berbagai pembatalan lelang proyek semasa pandemi, harus segera dicarikan jalan keluarnya, terutama beberapa proyek yang dibatalkan yang sudah ada pemenang lelangnya.

Pihaknya juga berharap, beberapa aturan pelaksanaan pekerjaan yang berubah semasa pandemi, juga harus segera ditinjau ulang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved