Kamis, 23 April 2026

Persib Bandung

BERITA POPULER PERSIB: Maung Bandung Dapat Kabar Gembira dan Kabar Sedih, Ternyata Ini Sebabnya

Pertama, kabar gembira, tim berjuluk Maung Bandung itu resmi mendapat Lisensi Klub AFC dan Lisensi Klub Nasional 2021.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Hermawan Aksan
Twitter Persib
Para pemain Persib Bandung melakukan latihan, Senin (18/10/2021), sebagai persiapan melawan PSS Sleman, Jumat mendatang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menjelang pertandingan pekan kedelapan Liga 1 2021/2022 menghadapi PSS Sleman di Stadion Manahan, Solo, Jumat (22/10/2021), Persib Bandung mendapat kabar gembira dan kabar sedih sekaligus.

Pertama, kabar gembira, tim berjuluk Maung Bandung itu resmi mendapat Lisensi Klub AFC dan Lisensi Klub Nasional 2021.

Dalam keterangan resminya di laman PSSI, tahun ini setiap klub wajib memiliki Lisensi Klub AFC dan Lisensi Klub Nasional.

Adapun klub yang berhasil memperoleh dua lisensi ini selain Persib adalah Arema FC, Bali United FC, Bhayangkara FC, Borneo FC, Madura United FC, Persija Jakarta, Persebaya, dan PSM Makassar.

Baca juga: BERITA PERSIB SORE: Ambisi Kiper Teja Paku Alam di Laga Lawan PSS Sleman: Mereka Punya Striker Bagus

Direktur Persib, Teddy Tjahjono, mensyukuri keberhasilan timnya kembali memperoleh lisensi klub AFC.

Apalagi proses yang harus dilalui Persib untuk mendapat pengakuan dari AFC sebagai klub profesional ini cukup panjang.

"Kami bersyukur atas kerberhasilan Persib untuk lulus sertifikasi licensing AFC tahun ini," ujar Teddy kepada Tribun Jabar melalui aplikasi WhatsApp, Rabu (20/10/2021).

Bagi Maung Bandung, ini merupakan Lisensi Klub AFC yang keempat kalinya sejak tahun 2017.

Selain Persib, klub yang selalu mendapat Lisensi Klub AFC sejak 2017 adalah Arema FC, Bali United FC, dan Persija Jakarta.

Baca juga: Kiper Persib Teja Paku Alam: Saya Sudah Pelajari Penalti Ezechiel N Douassel, Cleansheet Mah Rezeki

Teddy mengungkapkan, kunci kesuksesan Persib dalam memperoleh Lisensi Klub AFC adalah keseriusan manajemen untuk melengkapi setiap syarat yang ada, mulai aspek sporting, infrastruktur, personnel & administrative, legal, dan finance.

"Karena kami bekerja dan berusaha memenuhi semua kriteria licensing tersebut," katanya.

Selain itu, Lisensi Klub AFC akan membuat peluang Persib semakin terbuka lebar untuk berkompetisi di Asia.

Sebab, klub yang bermain di Liga Champions Asia dan AFC Cup wajib memiliki Lisensi Klub AFC.

Dengan ini, Teddy menyebut Persib tinggal fokus untuk mendapatkan satu tempat di kompetisi Asia musim depan.

Baca juga: Jelang Persib Versus PS Sleman, Bobotoh Geulis Jatinangor Ini Harapkan Persib Bisa Cetak Gol Cepat

Dia pun berharap, tim asuhan Robert Alberts itu bisa menjadi juara sehingga bisa kembali bermain di kancah Asia.

"Iya, pasti (jadi motivasi). Paling tidak slotnya sudah ada," ucapnya.

Sementara itu, keputusan ini diambil melalui rapat komite yang digelar di Jakarta pada Selasa (19/10).

Pada rapat itu, hadir Ketua Komite Lisensi Klub Timmy dan anggota klub lisensi, yakni Danurwindo, Asep Saputra, Yakub Adi Kristanto, dan Alexander Tjahyadi, Head of Legal PSSI Lexyndo Hakim dan staf lisensi.

Timmy mengatakan, dari 18 klub peserta Liga 1 musim ini, tidak semuanya mengajukan dokumen untuk mendapatkan lisensi AFC. Dia pun berharap, ke depannya setiap klub bisa memaksimalkan untuk lolos di lisensi AFC.

‘’Keputusan ini kami lakukan secara kolektif kolegial dan tantangan ke depannya semua ada jejak digital, termasuk dokumen yang diupload dan disubmit seluruhnya sudah serba digital."

"Semoga ke depannya proses dan klub yang lulus akan bertambah", ujar Timmy, dikutip Tribun Jabar dari laman resmi PSSI.

Manajer Klub Lisensi, Putri Utomo, pun mengucapkan banyak terima kasih yang telah memberikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk memenuhi persyaratan lisensi klub tahun ini.

Sejak dimulainya verifikasi di April 2021, klub tak pernah lelah memenuhi setiap persyaratan meskipun sedang dalam kondisi pandemi.

"Walaupun di masa pandemi dan sepak bola kompetisi baru dimulai kembali, proses ini harus tetap dijalankan sesuai dengan amanat AFC demi menjaga nama Indonesia di kancah kompetisi klub sepakbola Asia,” ucapnya.

Persib kena sanski Komdis

Di balik kabar gembira, Persib juga mendapat kabar sedih, kabar yang kurang mengenakkan.

Persib terkena sanksi berupa denda sebesar Rp 50 juta dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Lewat Surat Keputusan (SK) bernomor 005/L1/SK/KD-PSSI/IX/2021, Persib dianggap melanggar regulasi.

Pada pertandingan melawan Persita Tangerang, 11 September 2021, tamu VIP masuk ke ruang ganti.

Hal ini diklasifikasikan sebagai jenis pelanggaraan tingkah laku buruk tim.

Tribun Jabar mencoba mengonfirmasi kepada Teddy perihal sanksi ini.

Dia mengungkapkan, sanksi ini tidak bisa dibanding sehingga keputusan Komdis bersifat mutlak.

Terkait tamu VIP yang dimaksud, pria berkacamata itu enggan menjawab. "Silakan di cek ke Komdis," ucap Teddy.

Di lain pihak, Komdis telah menyidangkan beberapa pelanggaran sejak Liga 1 bergulir 8 September-11 Oktober 2021.

Dari sidang yang dilakukan, keterlambatan kick off paling banyak dilakukan, yakni lima tim.

Lalu tiga kasus ketika satu pertandingan mendapatkan lima kartu kuning atau lebih.

Dan terakhir tamu VIP yang masuk ke ruang ganti pemain ada satu kasus.

"Jadi total pelanggaran sejak 8 September hingga 9 Oktober adalah 12 kasus. Ini belum termasuk Liga 2,’’ ujar Erwin, dikutip dari laman resmi PSSI. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved