Breaking News:

Pengalaman Buruk Warga Garut Berurusan dengan Pinjol Ilegal, Diancam Akan Dibunuh oleh Penagih

Ini pengalaman buruk warga Garut saat berurusan dengan pinjol ilegal. Ia mendapat teror dan ancaman.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
ILUSTRASI cara menagih yang dilakukan pihak pinjaman online ilegal kepada debitur. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sejak praktik pinjaman online (pinjol) ilegal mulai marak di Indonesia, tidak sedikit orang yang menjadi korban dari sistem pinjaman peer to peer lending (P2PL) tersebut.

Korban sering kali harus mengalami hal pahit dari mulai diteror dengan kata-kata kasar, hingga ancaman pembunuhan jika korban tidak membayar tepat waktu.

Seorang warga Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Soleh (32), bukan nama sebenarnya menceritakan pengalaman pahitnya terjerat pinjaman online hingga puluhan juta rupiah.

Ia mengaku hidupnya memburuk saat meminjam uang di salah satu aplikasi yang ia download.

"Karena terdesak kebutuhan, teman terdekat tidak ada yang bisa meminjamkan uang, saya akhirnya pinjam online, syaratnya sangat mudah dan pencairannya mudah, tapi bunganya besar," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id, Rabu (20/10/2021).

Soleh terpaksa memberanikan diri meski pun bunga yang ditawarkan tidak masuk akal.

Awal pinjaman ia diberi limit pinjaman senilai Rp 1 juta rupiah, dan harus dikembalikan dalam tempo 7 hari dengan jumlah Rp 1,2 juta.

"Itu pun yang dicairkan ke rekening saya tidak satu juta utuh, dipotong Rp 150 (ribu), saya hanya menerima Rp 850 ribu, dan jatuh tempo satu minggu dan harus dikembalikan Rp 1,2 juta," ucapnya.

Menurutnya tempo satu minggu sangat cepat berlalu, sehingga ia harus segera mengembalikan pinjamannya itu.

Karena tidak ada uang untuk membayar, dirinya kemudian meminjam lagi di aplikasi pinjaman online lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved