Breaking News:

Launching Hari Santri Jabar, Dirjen Pendis: Pesantren Poros Utama untuk Pencerdasan Kehidupan Bangsa

Kegiatan Launching Kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar di Gedung Bale Asri, Kompleks PUSDAI, Jl Diponegoro Kota Bandung, Selasa (19/10)

Kegiatan Launching yang digelar di Gedung Bale Asri, Kompleks PUSDAI, Jl Diponegoro Kota Bandung, Selasa (19/10) 

TRIBUNJABAR.ID,- Launching Kegiatan Hari Santri Nasional (HSN), yang ditandai penekanan tombol sirene oleh staf ahli bidang ekonomi Pemprov. Jawa Barat, yang mewakili Gubernur, Berli Hamdani Gelung Sakti, mengawali rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 Tingkat Jawa Barat.

Kegiatan Launching yang digelar di Gedung Bale Asri, Kompleks PUSDAI, Jl Diponegoro Kota Bandung, Selasa (19/10) dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H.M. Ali Ramdani, Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, Dr. H. Adib, pejabat eselon III Kanwil, Kepala Kankemenag Kab./Kota dan Ketua MUI Jawa Barat, KH Rahmat Syafe'i.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Abdurrahim, menyampaikan bahwa kegiatan peringatan HSN tingkat Jawa Barat akan dilaksanakan dengan enam jenis kegiatan di antaranya launching dan do’a bersama HSN, Santunan untuk 3.000 Santri Dhuafa, Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), Literasi Al Qur’an, Kajian Kitab Kuning serta Halaqah Ulama. Abdurrahim menambahkan bahwa selain diikuti secara langsung, kegiatan diikuti pula secara virtual oleh para pengurus pondok pesantren se- Jawa Barat.

Ghufron Ihsan, Santri Pondok Pesantren Al Muhajirin III Purwakarta, menjadi bintang tamu dalam kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu, Kakanwil menyerahkan “Kadeudeuh” kepada Ghufron yang telah berhasil meraih prestasi juara kedua pada sayembara Santri Siaga Jiwa Raga “Santri Sehari Menjadi Menteri”.

Kakanwil mengungkapkan bahwa banyak kegiatan yang telah digelar dalam rangkaian Hari Santri Nasional. Setelah di-Kickoff-nya gerakan Tiga Juta Santri Jawa Barat Siap Divaksin, hampir seluruh pesantren yang ada di Jawa Barat telah mengikuti vaksinasi.

Terkait implementasi dari PERDA fasilitasi pesantren tahun 2021 geliat penguatan fasilitasi pesantren meningkat. Salah satunya adalah geliat “One Pesantren One Product” yang menguatkan geliat kemandirian ekonomi pesantren.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI mengapresiasi gerakan Tiga Juta Santri Jawa Barat Siap Divaksin yang dicananangkan oleh Kanwil Kemenag Prov.. Jawa Barat. Menurutnya, hanya di Jawa Barat ada pencanangan program semacam ini.

Ali Ramdani memandang bahwa penetapan Hari Pesantren 22 Oktober melalui Keputusan Presiden No. 22 Tahun 2016, merupakan pengakuan negara terhadap santri dan pondok pesantren sebagai bagian dari sejarah bangsa. Rekognisi (Pengakuan) Afirmasi (Kemudahan) dan fasilitasi diperkuat dengan UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Dengan rekognisi ini, pesantren menjadi lembaga pendidik yang harus diakui lulusan dan ijazahnya oleh seluruh lembaga negara.

Bentuk rekognisi, afirmasi dan fasilitasi pesantren lainnya adalah dengan lahirnya Peraturan Presiden No 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Dengan peraturan ini, negara mempunyai kewajiban memiliki dana abadi untuk pondok pesantren.

“Hari ini Pondok Pesantren bukan menjadi alternatif dari pilihan anak bangsa. Tapi menjadi Poros Utama untuk pencerdasan kehidupan bangsa.” Demikian tegas Ali Ramdani.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved