Breaking News:

Ibu di Wonogiri yang Akhiri Hidup Gara-gara Utang Ternyata Terjerat 46 Pinjaman

Eko menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Giriwoyo mengenai kejadian itu.

Editor: Ravianto
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
Penampakan kantor pinjol ilegal di Samirono, Sleman, Jumat (15/10/2021) siang, pascapenggerebekan oleh polisi semalam. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo memberikan tanggapan mengenai peristiwa meninggal tak wajar yang dilakukan seorang ibu di Wonogiri, Jawa Tengah, yang diduga terlilit utang. 

TRIBUNJABAR.ID, WONOGIRI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo memberikan tanggapan mengenai peristiwa meninggal tak wajar yang dilakukan seorang ibu di Wonogiri, Jawa Tengah, yang diduga terlilit utang.

Kepala OJK Solo, Eko Yunianto membenarkan WPS (38) terlilit utang yang didominasi oleh pinjaman online (pinjol) ilegal.

Eko menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Giriwoyo mengenai kejadian itu.

Hasil koordinasi menunjukkan WPS diduga nekat mengakhiri hidup karena tertekan atas banyaknya utang atau pinjaman.

"Informasi yang kami dapat ada 46 pinjaman, 29 di antaranya adalah pinjaman online ilegal," ungkap Eko dalam program Panggung Demokrasi Tribunnews.com, Rabu (20/10/2021).

Sementara itu, dua pinjaman berasal dari pinjol legal.

Adapun 15 pinjaman lainnya berasal dari non-online, seperti perorangan maupun koperasi.

"Kami dari OJK turut berduka cita atas kejadian tersebut," ungkapnya.

Eko mengungkapkan, OJK bersama Tim Satgas Waspada Investasi (SWI) berupaya meningkatkan pemberantasan pinjol ilegal.

"Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam mengakses pinjol, sebelum meminjam tolong dicek dahulu di website OJK apakah statusnya terdaftar berizin atau tidak."

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved