Breaking News:

Belasan Siswa Positif Covid-19 di Kota Bandung, Belum Ada Rencana Penutupan Sekolah

Tidak ada sekolah tutup terkait temuan siswa terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu dikatakan Kabid Pembinaan dan Pengembangan SD Disdik Kota Bandung

Tribun Jabar/Cipta Permana
Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra, meninjau kesiapan simulasi PTM terbatas di SDN 263 Rancaloa di Jalan Cipamokolan, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan, Rancasari, Kota Bandung, Senin (7/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kabid Pembinaan Pengembangan SD Disdik Kota Bandung, Bambang Ariyanto menegaskan tidak ada sekolah tutup terkait belasan siswa positif Covid-19 hasil swab tes random (acak).

Menurutnya, ada kriteria jika sekolah tutup. Yakni kasus positif Covid-19 lebih dari lima persen di sekolah yang bersangkutan.

Saat ini, beberapa sekolah sudah dilakukan swab tes sebanyak 10 persen dari jumlah siswa. Disdik Kota Bandung miliki target dapat swab tes siswa sebanyak 3.468 orang.

"Swab tes random sampai sekarang masih berlanjut dan sekolah yang ada siswanya terkonfirmasi langsung ditindaklanjuti, seperti dilakukan tracing hingga lakukan karantina mandiri (isoman)," katanya saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).

Baca juga: Wakil Wali Kota Bandung Prihatin Ada Belasan Siswa Positif Covid-19, Sekolah Belum Akan Ditutup

Dia juga menambahkan jika di sekolah tersebut kasus positif Covid-19 lebih dari lima persen, maka akan ada intervensi pembelajaran tatap muka (PTM). Semisal meniadakannya dan mengganti dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Saat ini kami pun masih terus berdiskusi bersama Kemenkes terkait aturan-aturan ketika ada siswa yang positif. Intinya, sampai detik ini tak ada sekolah yang tutup dan kami terus giatkan tracing," katanya.

Menurutnya, sekolah yang ada siswanya terkonfirmasi positif Covid-19 selain SD Kresna ialah SD YAS di Jalan PHH Mustofa Kota Bandung sebanyak tiga siswa dan tengah menunggu jumlah siswa yang kontak erat.

"Berlaku pula karantina dan tracing bagi guru yang memang terkonfirmasi. Tracing dilakukan mulai kemarin. Intinya sejauh ini beberapa sekolah ada yang sudah beralih pembelajarannya lewat PJJ sampai dengan pelaksanaan entry tes selesai," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved