Breaking News:

AC Milan

AC Milan Tersingkir dari Liga Champions? Belum, Belajarlah dari Keajaiban Newcastle United

Tiga kekalahan pada tiga awal laga penyisihan grup Liga Champions 2021-2022 membuat langkah AC Milan untuk lolos ke fase gugur menjadi lebih berat.

Editor: Hermawan Aksan
FERNANDO VELUDO / AFP
Bek AC Milan Italia Davide Calabria (kiri) berebut bola dengan gelandang FC Porto Kolombia Luis Diaz selama pertandingan sepak bola Grup B Liga Champions UEFA antara FC Porto dan AC Milan di stadion Dragao di Porto pada 19 Oktober 2021. 

Kemenangan tersebut membuat Newcastle United merebut satu tiket ke babak 16 besar yang waktu itu masih menggunakan format fase grup kedua.

Newcastle lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2002-2003 sebagai runner-up Grup E dengan nilai 9 poin, di bawah sang juara grup Juventus yang mengoleksi 13 poin.

Sayangnya pada fase grup kedua, The Magpies gagal bersaing dengan Barcelona dan Inter Milan di Grup A.

Menariknya, momen keajaiban Newcastle United di Liga Champions musim 2002-2003 berbarengan dengan kejayaan AC Milan di panggung Eropa.

Pada musim tersebut, AC Milan berhasil menjadi juara Liga Champions setelah mengalahkan Juventus pada all Italian final di Stadion Old Trafford, Manchester.

I Rossoneri pun mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk kali keenam.

AC Milan belum menyerah

Kini, situasi yang dihadapi AC Milan serupa dengan kondisi Newcastle United di Liga Champions pada 19 tahun lalu.

I Rossoneri harus membuat keajaiban jika ingin lolos ke fase gugur Liga Champions musim ini.

Zlatan Ibrahimovic, yang tampil sebagai pemain pengganti ketika AC Milan kalah dari FC Porto, meyakini bahwa timnya masih memiliki peluang untuk terus melaju.

Ia pun menyerukan kepada rekan-rekan setimnya agar berjuang pada tiga pertandingan sisa Liga Champions musim ini.

"Ada tiga pertandingan tersisa. Kami berjuang musim lalu untuk lolos ke Liga Champions."

"Jadi, selama itu mungkin, kami akan terus berjuang," ujar Ibrahimovic selepas laga, seperti dikutip Football Italia.

"Saya yakin, kemenangan akan datang," kata Zlatan Ibrahimovic.

Lawan yang akan dihadapi AC Milan pada pertandingan Liga Champions berikutnya adalah FC Porto.

Duel ini bakal digelar di Stadion San Siro pada 4 November mendatang. 

Pada 25 November, AC Milan akan bertandang ke kandang Atletico Madrid.

Di laga terakhir, pada 8 Desember mendatang, AC Milan menjamu Liverpool. (*)

Kemenangan tersebut membuat Newcastle United merebut satu tiket ke babak 16 besar yang waktu itu masih menggunakan format fase grup kedua.

Newcastle lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2002-2003 sebagai runner-up Grup E dengan nilai 9 poin, di bawah sang juara grup Juventus yang mengoleksi 13 poin.

Sayangnya pada fase grup kedua, The Magpies gagal bersaing dengan Barcelona dan Inter Milan di Grup A.

Menariknya, momen keajaiban Newcastle United di Liga Champions musim 2002-2003 berbarengan dengan kejayaan AC Milan di panggung Eropa.

Pada musim tersebut, AC Milan berhasil menjadi juara Liga Champions setelah mengalahkan Juventus pada all Italian final di Stadion Old Trafford, Manchester.

I Rossoneri pun mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk kali keenam.

AC Milan belum menyerah

Kini, situasi yang dihadapi AC Milan serupa dengan kondisi Newcastle United di Liga Champions pada 19 tahun lalu.

I Rossoneri harus membuat keajaiban jika ingin lolos ke fase gugur Liga Champions musim ini.

Zlatan Ibrahimovic, yang tampil sebagai pemain pengganti ketika AC Milan kalah dari FC Porto, meyakini bahwa timnya masih memiliki peluang untuk terus melaju.

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved