Breaking News:

Vaksinasi di Jabar Terus Dipercepat, Wagub Jabar: Siswa Senang PTM, Jaga Prokes di Sekolah

Vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat terus berlangsung dengan sasaran objek vaksinasi 37,9 juta orang

Ilustrasi siswa sekolah 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat terus berlangsung dengan sasaran objek vaksinasi 37,9 juta orang.  Dari angka tersebut, Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat mencatat per Selasa (19/10), sebanyak 19,64 juta atau 51,82 persen di antaranya sudah mendapat dosis pertama, dan 10,94 juta orang telah mendapat dosis kedua, atau 28,87 persennya.

Dari angka tersebut, warga berusia 12-17 tahun yang ditargetkan mendapat vaksinasi sebanyak 4,86 juta orang. Yang sudahmendapat dosis pertama 595.718 orang atau 12,24 persen dan yang mendapat dosis kedua sudah 444.428 orang atau 9,13 persen.

Angka harian vaksinasi di Jabar sendiri rata-ratanya berada di 364 ribu dosis per hari.

Baca juga: Covid-19 Takkan Hilang Sama Sekali, Begini Cara Melindungi Diri, Lakukan 6M, tidak Hanya 5M

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan vaksinasi Covid-19 harus terus dipercepat di Jawa Barat. Di sisi lain, protokol kesehatan pun harus kian diperketat, termasuk di lingkungan sekolah.

Hal tersebut dikatakannya saat eninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, di SMA Negeri 1 Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Selasa (19/10/2021).

"Secara kasat mata seluruh protokol kesehatan sudah dilaksanakan pihak sekolah, jumlah tiap kelas 50 persen, pemakaian masker, dan yang lainnya juga sudah dilaksanakan," ujar Uu Ruzhanul Ulum.

Baca juga: Empat Pekan Pelaksanaan PTM di Karawang, Disdikpora Klaim Tidak Ada Pelajar Positif Covid-19

Begitu pula para guru sudah divaksin 100 persen untuk dosis pertama. Panglima Santri berharap setiap sekolah lain juga memperhatikan prokes daat pembelajaran tatap muka.

Jangan sampai setelah PTM ada klaster baru di lingkungan sekolah.

"Di provinsi lain ada, di Jabar jangan sampai ada karena memang para kepala sekolah para guru, kompak menegakkan prokes," katanya.

Pak Uu senang melihat raut kebahagiaan dari wajah siswa ketika bertemu langsung dengan teman- teman setelah hampir dua tahun.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 Kota Tasikmalaya, Ternyata Ada Penambahan Lagi

Para guru pun senang karena merasa pembelajaran leih efektif dengan tatap muka.

"Para siswa senang dengan pembelajaran tatap muka, belajar di kelas, bisa bertemu lagi dengan teman, bisa bertemu lagi dengan guru," tutur Pak Uu.

"Begitupun saya tanya guru, belajar langsung tatap muka dirasa lebih efektif," katanya.

Wagub meminta sekolah dan guru lebih kreatif dan inovatif lagi dalam merancang metode pembelajaran untuk mengakomodasi siswa yang datang ke sekolah dan siswa yang masih berlajar daring di rumah.

“Saya minta kepada para guru untuk ada inovasi dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga anak semakin tertarik untuk belajar," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved