Breaking News:

Ribuan Aplikasi Pinjol Ilegal Diblokir OJK Regional 2 Jabar

Indarto Budiwitono, Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat, mengatakan OJK sangat konsen pada maraknya masalah pinjol yang sedang terjadi.

Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Indarto Budiwitono (tengah), Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sejak Januari hingga Oktober 2021, ribuan aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal diblokir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) regional 2 Jawa Barat.

Indarto Budiwitono, Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat, mengatakan OJK sangat konsen pada maraknya masalah pinjol yang sedang terjadi.

"Kalau tidak salah jumlahnya itu sekitar 3.856 aplikasi pinjol ilegal yang sudah diblokir, tetapi satu diblokir muncul lagi puluhan sampai ratusan aplikasi lainnya," ujar Indarto,di Kantor OJK Regional 2 Jawa Barat, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (19/2)10/2021).

Mengatasi maraknya aplikasi pinjol ilegal, ucapnya, dibutuhkan kerja sama lintas instansi. Ia mengaku OJK sudah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Upaya yang dilakukan OJK mengenai ini, kami koordinasi dengan Keminfo, agar ketika aplikasi tersebut diupload harus terdaftar dulu di Keminfo, itu sudah dilakukan kerja sama," katanya.

Baca juga: Waspada Pinjol Ilegal, Ini Langkah Aman Ambil Pinjaman Online dan Cara Cek Pinjol Legal atau Ilegal

Saat ini kata dia, baru ada sekitar 106 aplikasi pinjol yang mendaftar di OJK. Dari jumlah itu, baru 98 aplikasi yang sudah berizin dan sisanya masih dalam proses.

Selain itu, kata dia, sepanjang Oktober 2021, tercatat ada sekitar 1.750 orang yang melakukan pengaduan nasabah.

"Memang tidak ada laporan secara khusus mengenai pinjol, tapi kita telusuri ada sekitar 250 pengaduan masyarakat mengenai Pinjol, kita mencoba menindaklanjuti karena secara umum ini adalah pinjamannya ilegal," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar teliti saat akan mengajukan pinjaman online. Sebab, saat ini banyak aplikasi pinjol ilegal yang mencantumkan logo OJK tapi tidak terdaftar alias ilegal.

"Pencantuman logo OJK di dalam aplikasi itu tidak diperkenankan, karena OJK hanya memberikan informasi bahwa ini sudah berizin. Jadi, meski itu sudah ada logo OJK, masyarakat harus mengecek lagi apakah aplikasi itu benar terdaftar di OJK atau belum," ucapnya.

"Pinjol ilegal ini sangat berbahaya, karena tidak ada aturan jelas, siapa yang mengawasi, bagaimana pengaturan penagihannya dan berapa suku bunganya, semuanya tidak ada yang mengatur," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved