Breaking News:

Kapolres Subang Berikan Pemahaman Prokes kepada Para Siswa, Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah

Kapolres Subang AKBP Sumarni terus mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan demi tujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dok Humas Polres Subang
Kapolres Subang AKBP Sumarni memberikan pemahaman kepada siswa dan siswi di SMAN 3 Subang, Jawa Barat, Selasa (19/10/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Kapolres Subang AKBP Sumarni terus mengimbau segenap masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat demi tujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Tidak hanya menyosialisasikan kepada masyarakat, Kapolres juga menyambangi sekolah-sekolah di Kabupaten Subang, untuk memberikan pemahaman agar tetap patuh menjalankan protokol kesehatan di mana pun berada.

Kapolres Subang AKBP Sumarni menyampaikan bahwa ia sengaja datang ke sekolah untuk melihat kegiatan belajar mengajar.

Salah satunya di SMAN 3 Subang yang 99,9% siswanya sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19.

"Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia, setiap hari masih ada warga masyarakat yang terpapar Covid-19. Jadi tolong anjuran pemerintah mengenai prokes 5M agar dipatuhi benar-benar," ucap Kapolres, Selasa (19/10/2021).

Kapolres juga mengatakan, ia yakin kepada para siswa-siswi ketika di sekolah sudah mematuhi 5M, bahkan ia juga mengimbau di saat selesai proses belajar mengajar para siswa dan siswi untuk langsung pulang, tidak menongkrong yang dapat menyebabkan kerumunan.

"Pada usia remaja memang tidak dirasakan dengan fatal, tetapi bisa fatal ketika menularkan kepada orang tua kita di rumah, dengan imunitas relatif rendah dan efeknya akan lebih buruk daripada usia remaja," katanya.

Tidak hanya itu, Kapolres juga berkesempatan memberikan imbauan lebih terhadap siswa yang membawa kendaraan pribadi untuk mematuhi juga berlalu lintas dengan baik.

"Saya masih melihat anak remaja jika naik motor tidak menggunakan helm. Tolong gunakan helm untuk menjaga keselamatan kita jika terjadinya kecelakaan."

"Dan tolong yang masih menggunakan knalpot racing agar dicopot diganti dengan yang standar karena penggunaan knalpot racing dapat mengganggu masyarakat yang lain," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved