Breaking News:

Viral Antrean Panjang Truk Antre Biosolar, Pertamina Beberkan Alasannya

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, hal ini disebabkan meningkatnya permintaan BBM jenis tersebut.

Editor: Ravianto
tribunjogja
Kelangkaan BBM jenis biosolar membuat antrean puluhan kendaraan bus dan truk mengular di SPBU Baldono, Salam, Kabupaten Magelang, Minggu (17/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Perusahaan migas pelat merah yakni PT Pertamina (Persero) menjelaskan terkait adanya isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar di sejumlah wilayah.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, hal ini disebabkan meningkatnya permintaan BBM jenis tersebut.

"Antrean yang sempat terjadi di beberapa SPBU ini memang dikarenakan terjadinya lonjakkan demand yang signifikan," ucap Fajriyah saat ditemui di Grha Pertamina Jakarta, Senin (18/10/2021).

"Seperti di Sumatera Utara contohnya, itu sekitar 10 persen peningkatan demandnya, sehingga kami harus melakukan percepatan untuk bisa menyalurkan solar subsidi tersebut," sambungnya.

Seperti diberitakan, isu kelangkaan BBM bersubsidi jenis Biosolar terjadi akhir-akhir ini.

Melansir Kompas, tidak hanya terjadi di sebagian besar daerah di Pulau Sumatera, kelangkaan BBM ini juga melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kabar terbaru mengenai kelangkaan solar bersubsidi telah merambah hingga Tol Trans Jawa dari Semarang sampai Probolinggo.

Fenomena ini terekam dalam unggahan video dan viral di media sosial.

Akibat kelangkaan solar bersubsidi ini, berdampak pada terjadinya antrean panjang truk-truk yang membutuhkan bahan bakar, sehingga arus distribusi logistik di berbagai daerah mulai terhambat.

Apalagi kasus yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera menyebabkan antrian hingga berhari-hari lamanya.

Fajriyah menuturkan, untuk info terbarunya di Sumatera Utara, antrean produk BBM Biosolar sudah berangsur baik dan normal.

"Sekarang Alhamdulillah kalau dilihat secara real di lapangan, antrean sudah mencair dan antrean sudah bersifat normal," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved