Breaking News:

Tragedi Sungai Cileueur Ciamis

Situasi Terkini di Leuwi Ili, Lokasi Tragedi 11 Siswa MTs Harapan Baru, Seratusan Warga Berkumpul

Seratusan warga berkumpul di Leuwi Ili, Senin malam selepas Magrib. Leuwi Ili merupakan lokasi tragedi meninggalnya 11 siswa MTs Harapan Baru.

Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
DOK KETUA RW 01
Puluhan warga mengikuti tahlilan di pelataran atas Leuwi Ili Minggu(17/10) malam. Malam ini, warga kembali menggelar tahlilan. Warga yang ikut tahlilan lebih banyak dan mencapai sekitar 100 orang. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Warga kampung sekitar Leuwi Ili, Sungai Cileueur, Blok Dusun Wetan, RT 01/01, Desa Utama, Cijeungjing, Ciamis, Senin (18/10/2021) malam kembali menggelar tahlilan, tawasulan dan doa bersama di pelataran Leuwi Ili.

Leuwi Ili merupakan lokasi tragedi meninggalnya 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung saat mengikuti kegiatan susur sungai Jumat (15/10/2021) sore.

“Malam ini warga yang ikut tahlilan lebih banyak. Tidak hanya dari RW 01 saja, tapi dari RW 02 juga ada. Malah ibu-ibunya jauh lebih banyak. Seperti malam kemarin, tadi tahlilannya juga digelar setelah Magrib di tempat yang sama. Yang memimpin tahlilannya juga tetap Ustaz Teteng Saefudin,” ujar Ketua RW 01 Dusun Wetan, Ramdani (38), kepada Tribun Senin malam.

Semula menurut Ramdani, kegiatan tahlilan di pelataran Leuwi Ili tersebut hanya digelar sekali saja yakni hari Minggu malam, setelah magrib.

Tahlilan disertai tawasulan dan doa bersama tersebut didedikasikan bagi 11 siswa korban tragedi Leuwi Ili.

“Namun sambutan warga sangat antusias. Ada permintaan tahlilannya dilanjutkan seperti yang lazim yakni sampai hari ke-7. Jadi kegiatan tahlilan ini akan digelar sampai Kamis (21/10/2021) malam,” katanya.

Karena semua murni inisiatif warga, menurut Ramdani mungkin baru kali ini ada tahlilan tanpa adanya “alas” (berkat).

Warga datang sendiri, membawa tikar, sajadah kemudian duduk tertib di pematang dan pelataran maupun tanggul Leuwi Ili.

Mereka khusyuk berdoa, tahlil, dan tawasulan.

“Pulangnya tidak ada berkat (alas) yang dibawa. Tahlilan kali ini murni untuk tahlilan. Alhamdulillah warga antusias. Kemarin yang hadir hanya sekitar 50 orang. Malam ini hampir seratus orang. Tidak hanya dari RW 01 saja tetapi banyak juga dari RW 02.  Mudah-mudahan berkahnya nanti didapat di akhirat,” ujar Ramdani.

Beda dengan hari pertama digelar tahlilan Minggu selepas Magrib yang cuacanya mendung.

“Namun malam ini cuacanya cerah, ada terang  bulan lagi,” katanya.

Warga yang tengah tahlilan di antara gemerciknya air Sungai Cileueur yang mengalir di Leuwi Ili di bawah sinar terang rembulan.

“Mudah-mudahan kegiatan tahlilan sampai Kamis malam nanti lancar,” ujar Ramdani.

Baca juga: Sehari Sebelum Tragedi Susur Sungai di Ciamis, Para Pemancing Alami Kejadian Aneh, Apa Itu?

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved