Breaking News:

Sidang Korupsi Bansos Covid-19 KBB, M Totoh Akui Fee Enam Persen Masuk ke Kantong Pribadi

salah satu terdakwa kasus korupsi pengadaan barang untuk bansos di KBB mengakui jika fee enam persen dari nilai proyek, masuk ke kantong pribadi

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman
Ilustrasi - Persidangan kasus korupsi pengadaan bansos di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (15/9/2021) dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi-saksi. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - M Totoh Gunawan, salah satu terdakwa kasus korupsi pengadaan barang untuk bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bandung Barat mengakui jika fee enam persen dari nilai proyek, masuk ke kantong pribadinya.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan barang bansos Covid-19, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (18/10/2021).

Dalam sidang tersebut, jaksa KPK, Feby Dwiyandospendy menanyakan pada M Totoh, terkait fee enam persen dari total proyek bansos senilai Rp15 miliar lebih.

Baca juga: Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Susul sang Ayah, Kini Ditahan Komisi Pemberantasn Korupsi

"Maksudnya fee enam persen ini komitmen saya sendiri yang buat," ujar Totoh.

M Totoh mengaku, fee enam persen tersebut hanyalah akal-akalan dia dan tidak pernah diberikan kepada Aa Umbara.

"Uang itu benar untuk kepentingan saya pribadi," katanya.

Dalam dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Kabupaten Bandung Barat non aktif, Aa Umbara disebutkan meminta jatah fee enam persen dari proyek pengadaan barang bantuan bansos Covid-19.

Baca juga: Korupsi Ratusan Juta di Pemakaman Jenazah Covid-19 Kota Cimahi, 3 Orang Jadi Tersangka

Jaksa KPK pun menayakan kepada Aa Umbara, terkait perusahaan yang menggarap proyek pengadaan barang tersebut.

Aa membantah bila perusahaan Totoh merupakan hasil penunjukkan langsung dirinya.

Ia mengaku hanya merekomendasikan perusahaan Totoh yakni CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) dan PT Jagat Dirgantara (JDG).

"Saat itu hanya referensi saja. Saya bilang (ke Kadinsos) ini ada pengusaha sembako, keluarganya juga penyedia sembako. Agar lebih cepat penyaluran ke masyarakat tapi kalau Pak Kadis ada yang lebih baik, silakan. Karena masyarakat menunggu bantuan," ujar Aa Umbara.

Baca juga: Selain TPPO, Kejagung Sebut Ada Indikasi Korupsi Suap di Balik Penempatan TKI Ilegal

Sebelumnya, dalam dakwaan KPK disebut Aa Umbara menunjuk penyedia paket sembako yang merupakan orang-orang terdekat Aa Umbara serta keluarganya.

Aa Umbara pun kemudian bertemu dengan M Totoh Gunawan selaku pengusaha sekaligus tim sukses Aa Umbara saat mencalonkan jadi Bupati Bandung Barat.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved