Breaking News:

Ridwan Kamil Larang Susur Sungai, Kemenag Hentikan PTM di MTs Harapan Baru Cijantung 

kegiatan PTM di tingkat MTs  izinnya kan dari Kemenag. Makanya Senin 18 Oktober, kami mengeluarkan surat pencabutan izin PTM di MTs Harapan Baru

TribunJogja.com IST | Gandung Kusmardana
Proses evakuasi korban terakhir susur sungai SMP Negeri 1 Turi Yogyakarta yang ditemukan Minggu (23/2/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS– Kantor Kemenang Ciamis akan menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di MTs Harapan Baru Ponpes Cijantung di Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Penghentian terhitung mulai Senin (18/10/2021). P

emberhentian sementara PTM itu dilakukan menyusul tewasnya belasan siswa saat mengikuti kegiatan susur sungai di Leuwi Ili Sungai Cileueur, Jumat lalu.

“Untuk kegiatan PTM di tingkat MTs  izinnya kan dari Kemenag. Makanya Senin 18 Oktober, kami mengeluarkan surat pencabutan izin PTM di MTs Harapan Baru,” ujar Kepala Kantor Kemenag Ciamis, H Asep Lukman, kepada Tribun saat dihubgungi melalui telepon Minggu (17/10/2021) sore.

Dengan dikeluarkannya surat pencabutan izin PTM Senin (18/10) tersebut, menurut Asep, otomatis kegiatan PTM di MTs Harapan Baru dihentikan sementara hingga ada keputusan dari pihak berwenang. 

“Pembelajaran selanjutnya kembali ke daring (online),” katanya.

Selama masa pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), kata Asep, salah satu konsideran izin PTM terbatas adalah larangan kegiatan ekstra kurikuler di luar kampus.

Baca juga: Cuaca Mendung, Puluhan Warga Gelar Tahlilan di Sungai Cileueur, Doakan Korban Meninggal Susur Sungai

Kegiatan susur sungai yang berujung terjadinya tragedi di Leuwi Ili tersebut, menurut Asep, merupakan kegiatan ekskul yang dilakukan di luar kampus saat masa pandemi. “Itu bukan kegiatan inti pembelajaran,” kata Asep.

Menyusul tragedi di Leuwi Ili Sungai Cileueur yang menewaskan 11 siswa ini, kata Asep, Kantor Kemenag Ciamis mengeluar surat edaran (SE) ke semua madrasah ibtidaiyah (MI), marasak tsanawiyah (MTs), dan madrasah aliyah (MI_ di Ciamis). 

“Surat edaran tersebut mengingatkan pihak madrasah untuk mengevaluasi kembali kegiatan–kegiatan ekskul di luar kampus. Apalagi kegiatan yang cukup berbahaya. Tidak hanya susur sungai, mungkin juga kegiatan lainnya. Kegiatan-kegiatan yang membahayakan harus dihindari,” katanya.

Menyusul terjadinya tragedi yang menewaskan belasan santri di Sungai Cileuleur, Jumat, Gubernur Jabar Ridwan Kamil akhirnya melarang kegiatan susur sungai. Pelarangan diberlakukan hingga standar operasional prosedur (SOP)-nya disusun secara komprehensif. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved