Breaking News:

Persib Bandung

Pelatih Persib Robert Alberts: Sistem Harus Diubah Jika Penonton Boleh ke Stadion

bagi pelatih Persib, Robert Alberts, Liga 1 sudah bisa berjalan dengan normal, yakni sistem kompetisi penuh, kandang-tandang.

Tribun Jabar/ Ferdyan Adhi Nugraha
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (25/5/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pemerintah akhirnya memberikan lampu hijau pertandingan Liga 1 dan Liga 2 disaksikan langsung oleh penonton di stadion.

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengatakan, jika memang penonton diizinkan untuk datang ke stadion, maka seharusnya sistem seri ini diubah. 

Sebab bagi pelatih Persib itu, Liga 1 sudah bisa berjalan dengan normal, yakni sistem kompetisi penuh, kandang-tandang.

"Kami semua harus terus mengikuti peraturan yang ada dan itu sudah jelas, stadion harus kosong dan kami semua tidak bola berkerumun," kata Robert Alberts, kemarin. Jadi untuk saat ini, suporter sesungguhnya adalah mereka yang mendukung dari rumah." 

Lampu hijau dari pemerintah ini langsung direspons PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator kompetisi. Bersama PSSI, PT LIB mengadakan pertemuan untuk membahas teknis penerapan pertandingan yang dihadiri penonton.

Baca juga: Klasemen Sementara Liga 1, Posisi Persib Bandung Lebih Baik Dibanding Arema FC dan Persija Jakarta

“Pembahasan yang menarik dan agak panjang soal penonton karena pemerintah kan mengumumkan PPKM ke depan mungkin, ada kata mungkin dari Pak Luhut [Koordinator Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan] bilangnya 30 persen untuk Liga 1 dan 25 persen untuk Liga 2,” ujar Dirut PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, dikutip Tribun Jabar dari Bolasport.com, kemarin.

Pada pertemuan itu, banyak sekali hal yang dibahas PT LIB dan PSSI. Yang jadi fokus utama adalah soal prosedur tetap (protap). Mulai dari jumlah suporter yang bisa hadir di stadion hingga syarat-syarat yang wajib dipenuhi.

Sebetulnya, protokol kesehatan yang diterapkan tak akan jauh berbeda dari sekarang. Mulai dari penerapan protokol kesehatan, wajib vaksinasi Covid-19 dua kali, hingga tes antigen harus terdaftar NAR (New All Record)-nya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved