Breaking News:

Jual Tanah Milik Pemkot Cimahi untuk Makam Covid-19, Seorang ASN Jadi Tersangka, Wali Kota Kaget

Ngatiyana mengaku terkejut ketika tahu ada anak buahnya jadi tersangka.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Ery Chandra
Penjabat Wali Kota Cimahi, Ngatiyana. 

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Cimahi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Cimahi karena diduga terlibat dalam pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lebaksaat

Terkait hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan ia turut prihatin karena kasus seperti ini harus terjadi di lingkungan ASN Cimahi.

"Saya menyayangkan ada ASN Cimahi menjadi tersangka dalam pengadaan tanah di Lebaksaat," ujar Ngatiyana di Pemkot Cimahi, Senin (18/10/2021). 

Ngatiyana mengatakan bahwa pada dasarnya, lahan TPU Lebaksaat yang juga dijadikan sebagai TPU Covid-19, direncanakan sebagai tanah wakaf ketika pada saat itu belum ada Covid-19. 

"Saya kaget, saya sedang dinas luar, ternyata di Cimahi terjadi penahanan ASN atas nama AK karena yang bersangkutan jadi tersangka dalam proses pembelian (jual beli, Red) tanah wakaf ini," ujarnya. 

Namun demikian, Ngatiyana menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada hukum yang berlaku. Ia akan mengikuti perkembangan kasus yang kini ditangani Kejari Cimahi.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjabar.id, kasus bermula ketika pada 2020 Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi mencari lahan tanah Pemakaman Umum bagi masyarakat yang terpapar Covid-19.

Namun pada perjalanannya, kejaksaan menemukan adanya kejanggalan dari proses pengadaan tanah yang diperuntukkan bagi korban Covid-19 itu, di mana tanah yang diperjualbelikan adalah milik Pemkot Cimahi.

Baca juga: VIDEO-Meninjau Persiapan Makam Baru Jenazah Covid-19 di Cimenteng, Lebaksaat Cimahi Masih Kosong

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved