Breaking News:

Thomas Cup 2020

Indonesia Juara Piala Thomas, Jonatan Christie Cs Tetap Gembira, Meski Tanpa Pengibaran Merah Putih

MESKI tak bisa mengibarkan bendera Merah Putih, kegembiraan sekaligus kebanggaan bisa terlihat Jonatan Cristie cs.

The Star Online
Piala Thomas 

MESKI tak bisa mengibarkan bendera Merah Putih kegembiraan sekaligus kebanggaan bisa membawa kembali Piala Thomas terpancar jelas dari paras Jonatan Christi dan kawan-kawan saat menerima Piala Thomas di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, semalam. Indonesia juara Piala Thomas setelah mengalahkan Cina.

Sambil tersenyum lebar, Jonatan Cristie, Anthony Ginting, Fajar Alfian, dan Muhammad Rian Ardianto mengangkat piala tinggi-tinggi.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya terasa menggetarkan mengiringi bendera Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang dikerek, "menggantikan" bendera Merah Putih yang malam itu dilarang dikibarkan di Ceres Arena.

Jonatan Christie
Jonatan Christie (instagram@badminton.ina)

Larangan pengibaran bendera Merah Putih di event olahraga, termasuk di ajang Piala Thomas, menyusul sanksi yang diberikan Badan Antidoping Dunia (WADA) karena Indonesia dinilai tidak mematuhi program test doping plan (TDP).

Selain Indonesia, WADA juga menjatuhkan hukuman untuk Thailand dan Korea Utara. Thailand yang meraih medali perunggu Piala Uber 2020 juga memakai bendera Asosiasi Bulu Tangkis Thailand.

Selain dilarang mengibarkan bendera Merah Putih, dampak dari sanksi WADA adalah Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah event olahraga.

Ini berarti, untuk turnamen bulu tangkis, Indonesia juga tidak diizinkan mengikuti bidding menjadi tuan rumah ajang multievent.

"Kita tidak bisa bidding tuan rumah Kejuaraan Dunia, Asian Games, SEA Games, Kejuaraan Dunia Junior, Piala Thomas dan Uber, dan Piala Sudirman," ujar Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, seikutip Kompas.com, semalam.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan tak bisanya Indonesia memenuhi sampel uji doping 2020 dan 2021 yang berujung pada sanksi WADA karena kegiatan olahraga di Indonesia pada waktu itu terhenti karena pandemi virus korona. Zainudin mengaku sudah mengirimkan surat konfirmasi terkait hukuman tersebut dan telah mendapatkan respons dari WADA.

WADA, kata Zainudin, juga sudah memahami kondisi olahraga di Tanah Air yang sempat terhenti karena pandemi. WADA bahkan bersedia menunggu sampel uji doping di PON Papua sehingga batas minimal test doping plan (TDP) Indonesia dapat terpenuhi. Sampel tersebut nantinya akan diawasai melalui Agensi Antidoping Jepang yang sudah terakreditasi.

Sebelumnya, hal senada juga dikatakan Wakil Ketua LADI dr Rheza Maulana. Rheza bahkan menyebut pemberian sanksi WADA sebenarnya terjadi karena adanya miskomunikasi. Menurut Rheza, LADI tak mampu memenuhi target tes doping tahunan karena terkendala pandemi Covid-19.

Berdasarkan surat klarifikasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke WADA diketahui, LADI berencana mengirim 700 sampel susulan ke WADA, yang didapat dari gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

LADI juga berencana mengambil 300 tes doping lagi pada 2021, namun saat ini capaian maksimum tes doping di kuarter pertama dan kedua baru 72 sampel.(tribunnetwork/kompas.com)

Berita terkait Indonsia Juara Piala Thomas, Jonatan Christie Cs Tetap Gembira, Meski Tanpa Pengibaran Merah Putih

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved