Breaking News:

Pinjol Merajalela, Tak Cuma Soal Literasi, Sistem Bunga Bank di Indonesia Tertinggi di Dunia

Maraknya pinjol tak diikuti dengan peningkatan literasi masyarakat yang idealnya nasabah harus paham akan perhitungan bunga

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pinjaman online 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat Ekonomi, Acuviarta Kartabi menanggapi terkait maraknya kasus pinjaman online (pinjol) yang akhir-akhir ini kembali muncul.

Fenomena pinjol bukanlah hal baru.

Sebab, dalam 1 sampai 1,5 tahun kasus ini telah ada.

Menurutnya, adanya pandemi covid membuat perekonomian masyarakat terpuruk, utamanya ekonomi rumah tangga sehingga dengan mudah pinjol ini semakin membesar.

Baca juga: HATI-HATI, Ini Modus Pinjol yang Korbannya Warga Bandung, SMS Ada Utang Ternyata Malah Ditransfer

Namun, maraknya pinjol tak diikuti dengan peningkatan literasi masyarakat yang idealnya nasabah harus paham akan perhitungan bunga dan dampaknya jika terjadi gagal bayar.

"Pinjol ini kan mengatasi terbatasnya aksesibilitas masyarakat pada perbankan, sehingga ada golongan yanh mengambil pilihan untuk meminjam di pinjol," katanya saat dihubungi, Minggu (17/10/2021).

Sebenarnya meminjam di pinjol tak menjadi masalah.

Tetapi, lanjutnya, harus dipertimbangkan rencana penggunaan dan pembayarannya.

Apalagi, pinjol tak semuanya ilegal.

Baca juga: Waspada Pinjol Ilegal, Ini Langkah Aman Ambil Pinjaman Online dan Cara Cek Pinjol Legal atau Ilegal

Akhir-akhir ini juga, Acuviarta menyebut banyak berkembang pinjol ilegal, sehingga selain aktivitasnya tak terpantau otoritas jasa keuangan (OJK), juga berpotensi memanfaatkan ketidaktahuan nasabah dengan berbagai konsekuensi skema pinjaman dan administrasinya yang pada akhirnya menjebak dan merugikan mereka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved