Persib Bandung
Man of the Match: Kiper Persib Bandung Ini Buyarkan 2 Peluang Bhayangkara FC yang Hampir Pasti Gol
Pemain ini bahkan layak diberi gelar sebagai man of the match. Pemain itu adalah kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Febri Hariyadi dan Ezra Walian menjadi pahlawan kemenangan Persib Bandung atas Bhayangkara FC di laga pertama seri kedua Liga 1 2021/2022, Sabtu (16/10/2021) malam.
Persib menang meyakinkan 2-0 atas pemuncak klasemen sementara Liga 1 itu.
Namun, selain Febri dan Ezra, ada satu pemain yang tidak kalah gemilang pada laga semalam.
Pemain ini bahkan layak diberi gelar sebagai man of the match (pemain terbaik dalam pertandingan itu).
Pemain itu adalah kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam.
Baca juga: Persib Bandung Tekuk Bhayangkara FC, Panas Usai Laga, Pelatih Kena Bentak, Ini Jalannya Pertandingan
Teja Paku Alam berhasil menggagalkan setidaknya dua peluang 99 persen gol dari Bhayangkara FC.
Peluang gol pertama dari Bhayangkara FC terjadi saat bola tendangan Sani Rizky berhasil ditepis Teja Paku Alam.
Peluang gol kedua dari Bhayangkara FC bukan main, didapat dari tendangan penalti Ezechiel Ndouassel.
Teja bisa membaca arah tendangan penalti mantan pemain Persib Bandung itu.
Gawang Persib pun selamat.
Di sisi lain, Persib akhirnya bisa menang setelah pada 4 laga sebelumnya ditahan imbang secara beruntun.
Gol Maung Bandung diciptakan lewat tendangan bebas cantik Febri Hariyadi pada menit ke-18.
Tak kalah cantik, gol kedua Persib diciptakan Ezra Walian pada menit 45+1 melalui tendangan melengkung ke arah gawang.
Ini kekalahan pertama Bhayangkara FC di Liga 1.
Namun secara posisi, Bhayangkara FC masih kokoh di puncak klasemen dengan 16 poin.
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengaku senang dan bangga dengan apa yang ditunjukan para pemainnya pada pertandingan kali ini.
Menurut Robert Alberts, apa yang bakal ditampilkan Bhayangkara FC pada pertandingan kali ini sudah diantisipasi dalam sesi latihan.
"Mereka punya skema yang sudah disiapkan untuk bermain seperti yang sudah diharapkan timnya."
"Dan kami coba sudah mencoba mengantisipasinya di latihan sebelumnya mengenai Bhayangkara," ujar Robert dalam sesi jumpa pers setelah pertandingan.
Di babak kedua, Robert sudah memprediksi Bhayangkara FC akan keluar menyerang.
Apalagi di babak pertama Persib unggul dua gol atas Bhayangkara FC sehingga ada kebutuhan bagi Renan Silva dan kawan-kawan untuk keluar menyerang.
"Tetapi kami juga coba berbicara dengan semuanya merencanakan sesuatu supaya kami lebih tenang, lebih fokus lebih kuat lagi, dan mengantisipasi hal-hal yang misalkan menyebabkan ancaman ke gawang kami," ucapnya.
Pada daftar susunan pemain di pertandingan semalam, nama Supardi Nasir tidak ada.
Padahal dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan, Supardilah yang berbicara kepada awak media.
Secara regulasi, pemain yang hadir di sesi jumpa pers sebelum pertandingan wajib bermain.
Namun posisinya pada pertandingan semalam digantikan oleh Henhen Herdiana.
Robert pun menjelaskan bahwa Supardi mengalami kendala pada saat sesi uji coba lapang sebelum pertandingan.
Oleh sebab itu, dia memilih untuk mengistirahatkan pemain bernomor punggung 22 itu.
"Mengenai Supardi memang termasuk ke dalam skuat kami yang dibawa ke Yogyakarta."
"Kami mencoba latihan oficial training di sini dan Supardi sedikit mengalami cedera di bagian pahanya karena kondisi lapangan yang agak keras. Kami mengalami masalah," katanya.
Setelah menang atas Bhayangkara FC, Persib bakal ditantang PSS Sleman, pekan depan.
Robert belum mengetahui apakah komposisi ini akan dipertahankan atau tidak karena banyak faktor yang harus diperhitungkan.
"Kami akan lihat besok karena kami besok akan membuat recovery training kemudian kami bisa lihat siapa pemain-pemain yang perlu pemulihan lebih lama atau misalnya ada yang terkena akumulasi kartu kami harus lihat juga dan kalau menurut saya terlalu dini kalau kita melihat komposisi ini dipersiapkan untuk melawan Sleman," katanya.
Profil singkat Teja Paku Alam
Setelah kontraknya dengan Semen Padang berakhir pada 15 Januari 2020, Teja Paku Alam direkrut Persib Bandung mulai 16 Januari 2020.
Sebelum bergabung dengan Persib Bandung, Teja Paku Alam sempat memperkuat Sriwijaya FC dan Semen Padang.
Pria kelahiran Painan, Sumatra Barat, itu cukup lama memperkuat Sriwijaya FC.
Dilansir dari berbagai sumber, penjaga gawang jebolan Deportivo Indonesia itu direkrut Sriwijaya FC untuk bermain di skuat U-21 pada 2013.
Pada tahun yang sama, Teja Paku Alam menjadi kiper ketiga untuk skuat utama Sriwijaya FC.
Enam musim Teja Paku Alam berada di Sriwijaya FC.
Pada 2019, Teja pamit dari klub lamanya dan berlabuh di Semen Padang.
Saat itu, Sriwijaya FC terdepak dari Liga 1. Timnya terdegradasi dari Liga 1 2018.
Kondisi tersebut cukup ironis, sebab Teja Paku Alam menduduki peringkat pertama kiper dalam hal penyelamatan.
Data tersebut dirilis Labbola dan dikutip Tribun Jabar dari Bolasport.
Ia mengoleksi 182 penyelamatan untuk Laskar Wong Kito dalam dua musim terakhir.
Catatan itu menjadi yang terbanyak dibandingkan kiper-kiper lain di Liga 1 2018 dalam rentang waktu tersebut.
Teja Paku Alam hanya bertahan satu musim di Semen Padang.
Timnya itu finis di urutan kedua dari akhir pada liga 1 2019.
Semen Padang terpaksa degradasi ke Liga 2 untuk musim depan.
Selain itu, Teja sempat masuk dalam daftar pemain Tim Nasional Indonesia dalam AFF Championship tahun 2016.
Biodata
Nama: Teja Paku Alam
Tempat, tanggal lahir: Painan, Sumatra Barat, 14 Maret 1994
Tinggi: 177 cm
Nama orangtua: Yusman ZK dan Haldihpul Dewi Putri