Breaking News:

Buntut Susur Sungai Maut di Sungai Cileueur, PTM di MTs Harapan Baru Dihentikan Sementara

Dihentikannya sementara PTM di MTs Harapan Baru tersebut menyusul adanya kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) di luar kampus yang memicu korban meningga

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
andri m dani/tribun jabar
Proses evakuasi korban susur sungai di Sungai Cileuer, Ciamis, Jumat (15/10/2021). Sebanyak 11 orang meninggal dalam kegiatan susur sungai ini. 

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Kantor Kemenang Ciamis akan menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di MTs Harapan Baru terhitung mulai Senin (18/10), besok.

Dihentikannya sementara PTM di MTs Harapan Baru tersebut menyusul adanya kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) di luar kampus yang memicu korban meninggal.

Kegiatan ekskul itu adalah kegiatan susur sungai yang telah memicu terjadinya tragedi meninggalnya 11 orang siswa di Leuwi Ili Sungai Cileueur, Jumat (15/10) sore.

“Untuk kegiatan PTM di tingkat MTs  izinnya kan dari Kemenag. Makanya hari Senin (18/10), besok kami akan mengeluarkan surat pencabutan izin PTM di MTs Harapan Baru,” ujar Kepala Kantor Kemenag Ciamis, H Asep Lukman kepada Tribun melalui telepon Minggu (17/10) sore.

Dengan dikeluarkannya surat pencabutan izin PTM Senin (18/10) tersebut menurut Asep, otomatis kegiatan PTM di MTs Harapan Baru dihentikan sementara.

“Kegiatan PTM- nya dihentikan sementara. Pembelajaran selanjutnya kembali ke daring (online),” katanya.

Kegiatan PTM di MTs Harapan Baru tersebut dihentikan sementara menurut Asep, sampai adanya keputusan dari pihak berwenang.

Selama masa pandemi, dan masih berlakunya PPKM, salah satu konsideran  izin PTM terbatas menurut Asep, adalah larangan kegiatan eskul di luar kampus.

Kegiatan susur sungai yang berujung terjadinya tragedi di Leuwi Ili tersebut menurut Asep, merupakan kegiatan eskul yang dilakukan di luar kampus saat masa pandemi. “Dan itu bukan kegiatan inti pembelajaran,” tegas Asep.

Menyusul terjadinya tragedi di Leuwi Ili Sungai Cileueur yang menewaskan 11 orang siswa saat mengikuti eskul luar kampus, Jumat (15/10) sore menurut Asep, Kantor Kemenag Ciamis sudah mengeluar surat edaran (SE) ke seluruh  MI, MTs dan Madrasah Aliyah di Ciamis. Tidak hanya untuk 116 MTs (termasuk 17 MTs Negeri).

“Surat edaran tersebut mengingatkan pihak madrasah untuk mengevaluasi kembali kegiatan –kegiatan eskul di luar kampus. Apalagi kegiatan yang cukup berbahaya. Tidak hanya susur sungai, mungkin juga kegiatan lainnya. Kegiatan-kegiatan yang membahayakan harus dihindari,” katanya (andri m dani).   

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved