Breaking News:

Tragedi Sungai Cileueur Ciamis

11 Siswa Meninggal saat Susur Sungai di Ciamis, Warga Akan Menggelar Tahlilan di Pelataran Leuwi Ili

Kegiatan tahlilan dan tawasulan tersebut didedikasikan untuk 11 siswa MTs Harapan Baru Ponpes Cijantung yang meninggal tenggelam di Leuwi Ili

Penulis: Andri M Dani | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Andri M Dani
Ramdani (38) ketua RW 01 Dusun Wetan Desa Utama Cijeungjing Ciamis 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Usai adanya tragedi meninggalnya 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung Kabupaten Ciamis tenggelam di Leuwi Ili saat mengikuti kegiatan susur Sungai Cileueur Jumat (15/10/2021) sore lalu, warga sekitar lokasi akan menggelar tahlilan di pelataran Leuwi Ili Minggu (17/10/2021) ini.

“Rencananya akan dilaksanakan tahlil dan tawasulan nanti usai magrib,” ujar Ramdani (38) Ketua RW 01 Dusun Wetan Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Ciamis kepada Tribun Minggu (17/10).

Kegiatan tahlilan tersebut menurut Ramdani hanya akan diikuti warga sekitar Leuwi Ili yakni dari RT 01 dan Rt 02 RW 01 Dusun Wetan. Jumlahnya sekitar 50 orang baik ibu-ibu maupun bapak-bapak serta tokoh masyarakat setempat.

“Tidak mengundang ustaz dari luar, hanya internal warga sekitar Leuwi Ili saja. Mudah-mudahan nanti magrib tidak hujan,” katanya.

Menurut Ramdani, kegiatan tahlilan dan tawasulan tersebut didedikasikan untuk 11 siswa MTs Harapan Baru Ponpes Cijantung yang meninggal tenggelam di Leuwi Ili Sungai Cileueur Blok Dusun Wetan Rt 01 RW 01 tersebut.

“Kegiatannya hanya tahlilan dan tawasulan saja. Tidak lebih dari itu,” ujar Ramdani.

Warga setempat, menurut Ramdani, merasa perlu menggelar tahlilan di pelataran Leuwi Ili tersebut menyusul adanya 11 siswa yang meninggal tenggelam di Leuwi Ili Jumat (15/10) sore lalu yang menyisakan duka mendalam tidak hanya bagi para keluarga korban pihak sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar Leuwi Ili.

Mengingat kejadian tersebut telah menimbulkan korban nyawa yang tidak sedikit. Dan pertama kali dalam sejarah Leuwi Ili.

Baca juga: Guru Pembimbing Kesurupan Saat 25 Pelajar MTS Harapan Baru Ciamis Tenggelam dan 11 Meninggal

“Memang beberapa kali pernah ada warga yang terseret arus dan tenggelam tetapi selalu berhasil diselamatkan. Nama Leuwi Ili sendiri diabadikan dari nama korban yang tenggelam dulu sekitar tahun 1950-an. Mang Ili adalah santri di pesantren di kampung ini juga. Jadi karena korbannya namanya Ili, jadi leuwinya juga akhirnya dinamain Leuwi Ili sampai sekarang,” katanya.

Sekitar 100 meter ke arah hulu Leuwi Ili, masih di alur Sungai Cileueur, ada juga leuwi, namanya Leuwi Ilah. Dinamain Leuwi Ilah karena dulu kartanya warga yang tewas tenggelam di leuwi tersebut namanya Ilah, santri dari Turalak.

Johan J Anwari, pengelola Pesantren Utamana Dusun Wetan RT 01 RW 01 Desa Utama mengakui bahwa nama Leuwi Ili tersebut diabadikan dari nama Ili, salah seorang santri Pesantren Utamana yang meninggal tenggelam di Leuwi Ili.

“Kejadiannya tahun 1959, waktu itu pesantren ini masih dikelola kakek saya. Salah seorang santrinya adalah Mang Ili, suka berenang di leuwi tak jauh dari pesantren. Tetapi suatu hari Mang Ili tenggelam dan meninggal di leuwi itu. Dan sampai sekarang nama Mang Ili diabadikan jadi nama leuwi, Leuwi Ili,” ujar Johan kepada Tribun.

Baca juga: Cerita Warga saat Selamatkan Korban Susur Sungai Ciamis, Lihat Korban Berputar-putar di Pusaran Air

Menurut Ketua RW 01 Dusun Wetan Desa Utama, Ramdani, sejak kejadian tragedi Jumat (15/10) sore tersebut lokasi Leuwi Ili sering didatangi warga dari mana-mana. Bahkan sampai Minggu (17/10) siang masih banyak warga yang datang ke Leuwi Ili.

“Tadi pagi malah ada yang dari Jakarta,” ujar Ramdani

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved