Breaking News:

Kantor Pinjaman Online di Kalbar Kelola 14 Aplikasi, Segini Perputaran Uangnya

Polda Kalimantan Barat (Kalbar) bertindak cepat merespons keresahan masyarakat terhadap maraknya praktik pinjaman online (pinjol).

Editor: Giri
Polisi memerika karyawan kantor fintech ilegal yang dijalankan PT Sumber Rejeki Digital (SRD) di Pontianak, Kalimantan Barat. (Dok. Polda Kalbar via kompas.com) 

TRIBUNJABAR.ID, PONTIANAK - Polda Kalimantan Barat (Kalbar) bertindak cepat merespons keresahan masyarakat terhadap maraknya praktik pinjaman online (pinjol).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat (Kalbar), Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, hasil penelusuran sementara diketahui, perusahaan yang mengelola pinjol ini memiliki perputaran uang mencapai Rp 3,25 miliar.

"Perputaran uang yang dihasilkan dari praktik pinjol ilegal ini mencapai Rp 3,25 miliar," kata kata Luthfie dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/10/2021).

Luthfie menegaskan, penyidik saat ini masih melakukan upaya pengembangan dengan memeriksa secara intensif pihak-pihak yang telah diamankan.

"Masih kita lakukan pengembangan," ucap Luthfie.

Kantor pinjaman online yang digerebek tersebut menjalankan 14 aplikasi.

"Berdasarkan pemeriksaan, perusahaan pinjaman online itu memiliki 14 aplikasi yang tidak terdaftar di OJK," ucap Luthfie.

Luthfie mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjaman online ilegal.

"Jangan mudah tergiur dengan tawaran fintech ini. Awalnya mereka menawarkan penawaran yang bagus, tapi kemudian menjerat nasabahnya," tegas Luthfie.

Sebelumnya, satu kantor pinjaman online di Jalan Veteran, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), digerebek polisi.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved