Breaking News:

41 Tahun Jualan Martabak Mini, Abah Oha di Garut Kota Tak Pernah Ganti Loyang 

loyang untuk membuat martabak mini tersebut belum pernah diganti sejak pertama kali Abah Oha berjualan. 

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Abah Oha (71), penjual martabak mini di trotoar Jalan Ahmad Yani dekat Masjid Wakaf, Kecamatan Garut Kota, Jawa Barat. 

Ia enggan menjawab soal nominal penghasilnya dari berjualan martabak mini.

Baca juga: Curhatan Pemilik Warung Martabak Iba soal Nasib Para Kurir Go-Food: Mereka Cium Aroma Makanannya Aja

"Aah kecil (laba), tapi abah mah seneng aja bisa bikin martabak, ngobrol sama pelanggan, ngumpul di sini sama anak-anak yang beli," katanya.

Lika-liku berjualan di trotoar selama puluhan tahun sudah dilaluinya, tidak sedikit ada orang yang iseng dan tega padanya. 

Ia mengaku suatu hari pernah ada pembeli  lalu membayar martabak pakai uang palsu nominal 100 ribu. 

"Belinya cuma beberapa, ternyata uang itu palsu, ini masih abah simpan nih. Tapi abah mah tidak pernah benci, biarin aja," ucapnya sembari memperlihatkan uang palsu tersebut. 

"Ada lagi yang pinjam uang, tapi tidak pernah bayar. Abah mah gak apa-apa, tak pernah nagih, malahan dia malu dan tidak ke sini lagi," ujarnya.

Loyang dan kompornya pun memiliki sejarah yang panjang, loyang untuk membuat martabak mini tersebut belum pernah diganti sejak pertama kali ia berjualan. 

Loyang itu dibeli dari daerah Kuningan, Jawa Barat, dan masih ia gunakan.  "Dulu harganya 25 perak, saya masih ingat dibeli dari teman urang Kuningan. Dia sekarang entah di mana, tidak pernah ketemu lagi," ucapnya.(*) 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved