Breaking News:

Kisah Korban Pinjol Telat Bayar Seminggu Bunga Makin Tinggi, Semua Temannya Diteror Via Telepon

Seorang nasabah pinjaman online ilegal asal Cirangkong, Kabupaten Purwakarta, menyampaikan kisahnya yang pernah mengalami teror via telepon.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar
Puluhan debt collector dari perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal tiba di Polda Jabar, Jumat (15/10/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Seorang nasabah pinjaman online (pinjol) atau finance technology (fintech) ilegal asal Cirangkong, Kabupaten Purwakarta, menyampaikan kisahnya yang pernah mengalami teror via telepon.

Ipe (35) warga Cilandak, Kabupaten Purwakarta mengatakan, ia pernah meminjam di dua aplikasi pinjol ilegal untuk mencukupi biaya pendidikan atau uang kuliah.

Ia meminjam, uang sejumlah Rp 1.000.000 di sebuah aplikasi namun dipotong biaya administrasi dan lainnya ia menerima pencairan sejumlah Rp 950.000, dalam jangka 7 hari ia harus mengembalikan  uang sejumlah Rp 1.075.000.

Di aplikasi kedua dengan pinjaman sejumlah Rp 1.000.000, namun ia hanya menerima pencairan sejumlah Rp 991.000 dipotong biaya administrasi dan lainnya, dalam jangka waktu 7 hari ia hrus mengembalikan uang sejumlah Rp 1.091.000.

"Kalau proses pencairan itu mudah, kita ajukan persyaratan di foto selfie, KTP, nomor rekening dan 3 kontak darurat. Setelah semua berkas diajukan saya tunggu sekitar 1 jam, terus saya ditelepon untuk memastikan, setelah itu uangnya langsung cair," ujar Ipe ketika dikonfirmasi Tribun melalui pesan tertulisnya, Jumat (15/10/2021).

Ia mengatakan, aplikasi tersebut didownloadnya melalui play store, Ipe mengetahui aplikasi tersebut dari iklan di YouTube.

"Mudah juga diakses, 1 jam itu langsung di acc, cuma jumlahnya tidak banyak, paling satu jutaan. Itupun tenornya gak lama cuma seminggu maksimal," kata dia.

Ipe mengaku, ia pernah telat bayar pinjaman online tersebut, "Kalau pinjam seminggu biasanya kita kembalikan minggu depan, dulu saya telat karena pas waktu jatuh tempo belum ada uang," imbuhnya.

Pada hari pertama jatuh tempo debt collector (DC) pinjaman online tersebut akan menelepon terus menerus melalui WhatsApp, setelah lebih dari 3 hari jatuh tempo, DC pinjol tak hanya menelpon untuk menagih tapi juga memberikan ancaman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved