Breaking News:

Cerita Korban Jeratan Pinjol Ilegal, Bukan Solusi Atasi Kesulitan, Tapi Tumbulkan Masalah Baru

Pinjaman online ilegal bukan memberi solusi saat mendapat kesulitan ekonomi, tapi menambah dan menimbulkan kesulitan berkepanjangan.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
nort shore bank
Ilustrasi - Pinjaman online ilegal bukan memberi solusi saat mendapat kesulitan ekonomi, tapi menambah dan menimbulkan kesulitan berkepanjangan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pinjaman online ilegal bukan memberi solusi saat mendapat kesulitan ekonomi, tapi menambah dan menimbulkan kesulitan berkepanjangan.

Hal tersebut diungkapkan seorang warga Cicalengka, Saef (31), yang menjadi korban pinjaman online, saat dihubungi Tribun Jabar, Jumat (15/10/2021).

Menurut Saef, awalnya ia terpakasa meminjam uang di aplikasi online karena terdesak kebutuhan.

"Saat itu lagi PPKM, kerjaan berkurang sedangkan kebutuhan tetap harus dipenuhi, terpaksa pinjam di aplikasi online," kata Saef.

Saef meminjam Rp 6 juta.

Dalam perjanjiannya, akan dilunasi dengan cicilan enam kali. Besaran cicilan per bulan sekitar Rp 1,2 juta.

"Saya sempat membayarnya sekali, lalu belum bisa membayarnya. Sudah tiga bulan saya lihat di aplikasi utang saya jadi sekitar Rp 7 juta," ujar Saef.

Memang, awalnya, kata Saef, dia menunggak satu bulan.

Saat itu ada yang menghubunginya dari pihak pinjol.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved