Breaking News:

Pengunjung Restoran di Bandung Barat Minim karena Penerapan Aturan Ini, Tingkat Kunjungan Baru 10%

Penerapan aplikasi PeduliLindungi di setiap restoran yang ada di daerah KBB ternyata sangat berpengaruh terhadap minimnya tingkat kunjungan.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Suasana di Lembang Park and Zoo Lembang, Kamis (14/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Penerapan aplikasi PeduliLindungi di setiap restoran yang ada di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata sangat berpengaruh terhadap minimnya tingkat kunjungan.

Salah satu yang menerapkan aplikasi PeduliLindungi ini adalah pengelola objek wisata Lembang Park and Zoo yang hingga kini baru bisa membuka restoran saja karena objek wisatanya belum diizinkan untuk melakukan uji coba pembukaan.

Manajer Operasional Lembang Park and Zoo, Iwan Susanto, mengatakan, penerapan aplikasi PeduliLindungi ini berpengaruh terhadap minimnya pengunjung restoran karena terkadang para pengunjung itu terkendala masalah jaringan.

"Jadi pasti berpengaruh, karena ada yang sinyalnya kurang bagus, ada yang kuotanya habis, dan macam-macam. Kadang-kadang berbagai macam kendala itu bisa terjadi," ujarnya saat ditemui di Lembang Park and Zoo, Kamis (14/10/2021).

Dengan adanya berbagai macam kendala tersebut, otomatis para pengunjung itu tidak bisa masuk ke area restoran karena salah satu syarat untuk masuk restoran itu harus scan barcode Aplikasi PeduliLindungi.

Iwan mengatakan, selama restoran diizinkan untuk buka, tingkat kunjungan baru mencapai 10 persen, sedangkan restoran ini bisa menerima pengunjung 25 persen dari kapasitas tempat yang ada.

"Kami baru buka restoran saja. Wisatanya masih tutup, jadi pengunjung juga tahu, kalau ke sini hanya ke restoran," ucap Iwan.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot, mengatakan, sejauh ini sudah ada 14 restoran yang menerapkan aplikasi PeduliLindungi tersebut.

"Jadi dalam aplikasi itu pengunjung pasti terpantau, ada yang warna hitam, kuning, hijau dan sebagainya karena kan semua pengunjung harus scan barcode," kata David, belum lama ini.

David memastikan, selain objek wisata yang sudah diizinkan buka, objek wisata lainnya hanya diizinkan untuk membuka restorannya, itu pun harus menerapkan aplikasi PeduliLindungi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved