Breaking News:

Kisah Brigadir Ruslan Hadiyatna Membangun Rumah untuk Guru Mengaji yang Difabel di Pamarican Ciamis

Tidak hanya untuk menunaikan salat, Brigadir Ruslan terutama bersilaturahmi dengan Ustaz Muhammad Alfin Zikri (30) yang akrab disapa Ustaz Alfin.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Hermawan Aksan
Dokumen Pribadi Tahrir, relawan Tagana Pamarican
Brigadir Ruslan dan Ustaz Alfin yang tinggal di gubuk reyot di samping musala Kampung Munjul Rt 29 RW 09 Dusun Malabar Desa Sidamulih Pamarican Ciamis, Kamis (14/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Brigadir Polisi Ruslan Hadiyatna (31) baru satu setengah tahun bertugas sebagai bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (babhinkamtibmas) di Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Ciamis.

Sebelumnya, ia menjadi babhinkamtibmas di Desa Sukahurip, juga di Kecamatan Pamarican.

Selama bertugas sebagai babhinkamtibmas di Desa Sidamulih tersebut Brigadir Ruslan tentu sering melakukan sambang warga.

Ia bertemu warga untuk berbagai kepentingan meski sekadar menyapa atau ngobrol-ngobrol, bersilaturahmi dengan warga.

Salah satu tempat yang menjadi perhatian khusus dan sering dikunjungi Brigadir Ruslan adalah musala Masalikul Huda di Kampung Munjul RT 29/RW 09 Dusun Malabar, Desa Sidamulih.

Tidak hanya untuk menunaikan salat, ia terutama bersilaturahmi dengan Ustaz Muhammad Alfin Zikri (30) yang akrab disapa Ustaz Alfin.

Ustaz Alfin sudah 11 tahun menjadi marbut, guru mengaji, imam, dan penceramah di musala Masalikul Huda.

Ustaz yang kondisi fisiknya lumpuh sejak lahir (difabel) tersebut tinggal di gubuk yang dibangunkan warga di samping musola.

Kondisi gubuk tersebut selain sempit juga sudah reyot.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved