Breaking News:

Kelompok Tani Sumuringah, Bupati Bandung: Jangan Sampai Zona Lahan Pertanian Dibangun Perumahan

Bupati Bandung menegaskan akan mengunci zona lahan yang diperuntukkan bagi pertanian

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Siti Fatimah
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Ilustrasi - Halimah Tiap Hari Duduk 12 Jam di Tengah Sawah, Potret Ketegaran Petani Penggarap di Cianjur 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Bandung, terlihat sumuringah karena mendapatkan alat dan mesin pertanian (Alsintan), bantuan dari Kementrian Pertanian RI.

Menurut Bupati Bandung, Dadang Supriatna, Alsintan bantuan dari kementrian, yang didistribusikannya, terdiri dari 10 unit power tresher.

"Lalu 19 unit traktor roda 2, 2 unit traktor roda 3, 9 unit pompa air, 3 unit cultivator, dan 51 unit handsprayer," ujar Dadang, Gedung Oryza Sativa Dinas Pertanian, Soreang, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Menperin Dorong IKM Produksi Alat Pertanian untuk Bantu Petani, Jadi Tak Ada Lagi Alasan Impor

Bupati mengatakan, bantuan dari pusat tidak akan serta merta datang begitu saja, bantuan alsintan untuk para petani, memerlukan perjuangan dan proses yang cukup panjang.

"Petani membutuhkan bantuan, namun bantuan ini butuh proses, salah satunya melalui wakil rakyat. Alsintan ini didapat dari aspirasinya Pak Cucun Syamsurijal yang merupakan anggota DPR RI Komisi III. Beliau sangat peduli kepada para petani kita, sehingga sampai saat ini jumlah bantuan sudah hampir mencapai ribuan," kata Dadang.

Dadang mengatakan, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas dalam pembangunan di masa kepemimpinannya.

Mengingat, kata dia, Kabupaten Bandung merupakan lumbung pangan yang menopang ketahanan pangan di wilayah Jawa Barat.

Baca juga: Menperin Dorong IKM Produksi Alat Pertanian untuk Bantu Petani, Jadi Tak Ada Lagi Alasan Impor

"Di masa penyebaran covid-19, di mana industri pariwisata mengalami keterpurukan, sektor pertanian khususnya di Kabupaten Bandung bisa tetap bertahan," tuturnya.

Dadang menjelaskan, awal pandemi Covid- 19, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung minus 1,87 persen, namun kini telah meningkat di kisaran 6 persen.

"Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung, salah satunya ditunjang oleh upaya yang dilakukan pata petani dan pelaku usaha tani. Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik," tuturnya.

Dadang mwngaku, pemerintah daerah akan senantiasa mendukung eksistensi petani, melalui berbagai program yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan petani.

Menurut Dadang, dalam proses pembangunan selama ia memimpin, akan mengunci zona lahan yang diperuntukkan bagi pertanian.

"Jangan sampai zona lahan pertanian dibangun perumahan," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved