Breaking News:

Jadi Sorotan, Ketua MUI Buru Selatan Batalkan Pernikahan Putrinya yang Masih SMP, ''Demi Anak Saya''

Ambo mengaku membatalkan pernikahan putrinya yang masih SMP atas mediasi yang dilakukan Pemkab Buru Selatan dan dinas pendidikan setempat

(KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)
Ratusan siswa salah satu SMP di Buru Selatan Maluku dan para guru menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wilayah Kemantiran Agama dan Kantor DPRD untuk memprotes kasus pernikahan dini yang menimpa seorang siswa sekolah tersebut. Aksi demo itu berlangsung pada Senin (4/10/2021) 

TRIBUNJABAR.ID, AMBON - Pernikahan remaja putri yang masih duduk di bangku SMP dengan seorang ustaz asal Tangeran, Banten, bernama Latif menarik perhatian masyarakat.

Siswi SMP tersebut merupakan putri dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buru Selatan, Maluku, Ambo Intan Karate.

Kini, Ambo Intan Karate resmi membatalkan pernikahan putrinya yang masih duduk di bangku SMP tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, Pernikahan yang menghebohkan dan menuai kontroversi di masyarakat itu berlangsung di rumah Ambo di Desa Labuang, Buru Selatan, pada 29 September 2021.

Baca juga: Siswi SMP Dinikahkan Orang Tuanya dengan Tokoh Agama, Teman dan Gurunya Unjuk Rasa

Ambo mengaku membatalkan pernikahan putrinya atas mediasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan dan dinas pendidikan setempat.

“Itu hasil mediasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dengan dinas pendidikan dan pihak terkait lainnya,” kata Ambo kepada Kompas.com via WhatsApp, Rabu (13/10/2021) petang.

Ambo mengatakan, keputusan membatalkan pernikahan putrinya itu bukan karena adanya desakan atau tekanan dari pihak mana pun, melainkan karena dia ingin putrinya tetap bersekolah seperti biasa.

“Demi anak saya. Dan hasil mediasi dia sudah bisa sekolah lagi,” ujarnya.

Ambo mengakui keputusan menikahkan putrinya yang masih di bawah umur itu telah menyalahi ketentuan Undang-undang Perlindungan Anak dan Undang-undang Perkawinan yang berlaku di Indonesia.

Pembatalan pernikahan putrinya itu diputuskan dalam surat pernyataan yang ditandatangani langsung oleh Ambo dan empat saksi, di antaranya perwakilan pejabat Pemkab Buru Selatan dan Kepala SMP Negeri 1 Namrole.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved