Breaking News:

Hindari Bayar Parkir Rp 150 Ribu di Lembang, Wisatawan Harus Menolak Jika Digiring ke Titik Lain

Kadis Budpar mengatakan wisatawan jangan mau diarahkan parkir ke tempat lain saat ke Lembang.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kertas tarif parkir sebesar Rp 150 ribu di Kawasan Wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat ( KBB ), Sabtu (9/10/2021). Tiga pelaku ditangkap polisi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta wisatawan yang berlibur ke kawasan objek Lembang untuk menolak jika ada oknum yang mengarahkan untuk parkir di luar objek wisata.

Hal tersebut untuk menghindari adanya parkir liar yang mematok harga mahal, seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu hingga ada oknum warga yang mematok tarif parkir hingga Rp 150 ribu.

"Hendaknya wisatawan menolak jika digiring ke lahan parkir liar yang dikelola oleh warga, lebih baik menuju ke objek wisata lain yang sudah buka di Lembang," ujar Kepala Disparbud KBB, Heri Partomo saat dihubungi, Kamis (14/10/2021).

Heri juga meminta, wisatawan untuk tidak memaksakan diri masuk ke objek wisata yang sudah penuh, supaya tidak terjadi lagi pungutan tarif parkir mahal yang akhirnya bermasalah.

"Jadi kalau sudah penuh pilih saja yang lain supaya tidak terulangi lagi kejadian kemarin," katanya.

Menurutnya, kejadian adanya oknum warga yang mematok tarif parkir Rp 150 ribu menimbulkan citra buruk bagi sektor pariwisata yang ada di Bandung Barat dan tentunya meresahkan wisatawan.

"Tapi sebetulnya terkait parkir dikelola warga dan dikembalikan ke desa," ujar Heri.

Seorang pengendara sepeda motor melintas di depan objek wisata Farmhouse Susu Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Semua objek wisata di Kabupaten Bandung Barat ditutup dalam sepekan.
Seorang pengendara sepeda motor melintas di depan objek wisata Farmhouse Susu Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Semua objek wisata di Kabupaten Bandung Barat ditutup dalam sepekan. (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

Sebelumnya, Public Relation Farmhouse dan The Great Asia Africa Lembang, Intania Setiati mengatakan, dampak buruk dari peristiwa tersebut sudah dirasakan langsung karena citra objek wisata di Lembang menjadi tercoreng.

"Dampaknya orang yang inginnya berlibur, tapi kena tarif parkir mahal bakal kecewa dan malas balik lagi. Tapi dengan ditindak langsung seperti itu, kami sangat berterima kasih," ujarnya.

Intan memastikan, adanya oknum yang mematok tarif parkir cukup mahal itu sama sekali tidak melibatkan pihaknya sebagai pengelola wisata yang dituju wisatawan. 

"Jadi, wewenang mereka memarkir juga bukan dari kita karena kan posisinya di luar objek wisata," kata Intan.

Baca juga: Ramai Parkir Liar di Tempat Wisata Rp 150.000, Asita Jabar : Pengelola Wisata Jangan Lepas Tangan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved