Breaking News:

Headline Tribun Jabar

Headline Tribun Jabar, Warga Kebonwaru Khawatir PT KAI Tiba-tiba Bongkar Rumah Mereka

Headline Tribun Jabar, hari ini memberitakan kekhawatiran warga di RW 04 Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung, rumah tempat mereka tiba-tiba dibongkar.

Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Warga di Jalan Anyer dan Jalan Sukabumi, RW 04, Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung menolak bangunannya dibongkar oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

Headline Tribun Jabar, hari ini memberitakan kekhawatiran warga di RW 04 Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung, rumah tempat mereka tiba-tiba dibongkar.

Mereka khawatir PT Kereta Api Indonesia (KAI) tiba-tiba kembali datang bersama alat beratnya dan membongkar rumah tempat mereka berteduh.

Ikuti headline Tribun Jabar selengkapnya di bawah ini.

Warga di Jalan Anyer dan Jalan Sukabumi, RW 04, Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung menolak bangunannya dibongkar oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Warga di Jalan Anyer dan Jalan Sukabumi, RW 04, Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung menolak bangunannya dibongkar oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). (Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman)

BANDUNG, TRIBUN - Warga di RW 04 Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung, mengaku khawatir PT Kereta Api Indonesia (KAI) tiba-tiba kembali datang bersama alat beratnya dan membongkar rumah tempat mereka berteduh. Rumah-rumah yang terancam dibongkar itu, rata-rata sudah mereka diami selama puluhan tahun.

"Hingga sekarang warga masih tinggal di rumahnya masing=-masing, tapi tetap siaga dan waspada karena kita tidak tahu besok atau lusa bagaimana. Warga siaga saja dulu kalau-kalau dari PT KAI datang lagi," ujar Dindin Nuryadin, salah seorang warga yang rumahnya terancam dibongkar, saat ditemui di rumahnya di Jalan Anyer, Kelurahan Kebonsaru, Rabu (13/10).

Dalam beberapa hari terakhir, kata Didin, warga selalu menerima pesan berantai melalui Whatsapp yang ia duga berasal dari PT KAI. "Isinya terkait dengan pembongkaran rumah," ujar Didin.

Didin mengatakan, jika memang benar lahan yang mereka tempati selama ini adalah lahan milik PT KAI, warga sebenarnya tak keberatan jika memang harus pindah.

Hanya saja, yang menjadi masalah, kata Didin, ongkos bongkar yang diberikan PT KAI sangat murah. PT KAI memberikan kompensasi ongkos bongkar untuk rumah semipermanen Rp 200 ribu per meter, sedangkan rumah permanen Rp 250 ribu per meter.

"Kalau pun benar itu lahan milik PT KAI dan kami harus pindah, ongkos bongkarnya jangan segitu," ujar Didin. "Dengan nilai seperti itu, kami yang asalnya memiliki rumah jadi tidak lagi bisa mempunyai rumah."

Didin mengatakan, demi mempertahankan rumah yang sudah puluhan tahun mereka tinggali ini, mereka pun akhirnya terpaksa membawa kasus sengketa lahan ini ke pengadilan. Ia berharap pengadilan memutus perkara ini dengan seadil-adilnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved