DPR Soroti Penanganan Covid-19 di PON Papua, Ingatkan Karantina Atlet, Antisipasi Gelombang Ketiga

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyoroti penanganan Covid-19 di PON Papua.

ISTIMEWA
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah pusat mengumumkan 83 orang terpapar Covid-19 dalam pelaksanaan PON XX Papua hingga Senin (11/10/2021).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun diminta untuk serius melakukan tracing atau pelacakan kontak, testing atau pengetesan, dan treatment atau perawatan jika terjadi kasus Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mengatakan gold indicator Covid-19, yakni testing dan tracing harus benar-benar dilakukan oleh pemerintah kepada semua orang yang terlibat dalam PON.

Even ini, katanya, menjadi momentum untuk menunjukkan keberpihakan kepada olahraga dan juga menunjukkan kesungguhan menangani pandemi.

"Seharusnya testing dan tracing ini dilakukan bukan hanya pada atlet dan ofisial, tapi pada seluruh pihak yang terlibat di situ. Kan ada petugas kebersihan, ada catering, hotel dan penginapan, kemudian juga tenaga yang lainnya," kata Netty di bandung, Kamis (14/10/2021).

Testing dan tracing ini, katanya, harus dilakukan melalui kerja sama antara pihak penyelenggara dan pemerintah. Meskipun bergejala ringan, katanya, harus ada penanganan lebih lanjut terhadap orang yang terpapar.

"Jadi jangan sampai menjadi berat atau kemudian menjadi penular pada pihak yang lain, meskipun berstatus ringan, tetap harus ditangani dengan baik. Kemudian kita harus pastikan bahwa yang masih positif tidak berkeliaran, jadi betul-betul sistem karantina memasukkan saat PON ini selesai dan mereka pulang dalam keadaan negatif," katanya.

Netty mewanti-wanti agar pelaksanaan PON ini tidak menjadi klaster baru Covid-19.

Karantina pun harus dilakukan di daerah asal atlet setelah pulang dari Papua.

Ia mengatakan bebagai pihak pun harus mengantisipasi terjadinya ancaman gelombang tiga Covid-19.

Untuk sementara, semua patut bersyukur bahwa menurut pengakuan para tenaga kesehatan, memang keterisian rumah sakit memang tengah menurun yang artinya kasus menurun.

"Setelah kami mengalami tsunami Covid-19 di bulan Juni-Juli ini, harus menjadi sebuah momentum untuk membangun kesiapsiagaan mengantisipasi natal dan tahun baru yang pastinya akan memicu satu mobilitas warga ke berbagai tempat minimal ke tempat ibadah, kemudian ke tempat hiburan lokasi wisata bahkan mungkin melakukan mudik," katanya.

Ia pun mencermati bahwa pemerintah juga harus segera menyelesaikan klaim Covid-19 yang belum selesai dari tagihan rumah sakit rumah sakit yang menangani Covid-19.

"Kami berharap ketika klaim Covid ini dibayarkan, mudah-mudahan bisa mengantisipasi rumah sakit untuk memperbaiki fasilitas rumah sakit menjelang Natal," katanya.

Baca juga: Jabar Juara Umum PON XX Papua, Tinggal Tunggu Disahkan, Ini Rekor dan Sejarah Sejumlah Atletnya

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved