Breaking News:

Buntut Pedagang Cabai Dianiaya Preman tapi Jadi Tersangka, Dua Perwira Polsek Dicopot

Buntut penetapan pedagang cabai yang dianiaya preman jadi tersangka, Kapolsek dan Kanit Res Intel Polsek Percut Sei Tuan dicopot dari jabatannya.

ist/tribun medan
Pedagang sayur Liti Wari Gea Dipukuli Preman karena menolak memberikan uang Rp 500 ribu. Kini dia ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi (Tribun Medan) 

TRIBUNJABAR.ID - Buntut penetapan pedagang cabai yang dianiaya preman jadi tersangka, Kapolsek dan Kanit Res Intel Polsek Percut Sei Tuan dicopot dari jabatannya.

Wanita pedagang cabai dianiaya preman bernama Liliwari Iman Gea di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dilansir dari Tribunnews.com, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan keduanya terbukti melakukan penyidikan yang tidak profesional pasca tetapkan tersangka pedagang cabai yang dianiaya oleh sejumlah preman.

Baca juga: KRONOLOGI Perempuan Pedagang Dihajar Preman Malah Jadi Tersangka, Kasus Diambil Alih Polda Sumut

"Setelah dilakukan oleh audit penyidikan berkaitan dengan kasus tersebut bahwa ditemukan adanya penyidikan yang tidak profesional yang dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan Medan sehingga pada 12 Oktober 2021, Kanit Res Intel Polsek Percut Sei Tuan dicopot dari jabatannya oleh Kapoltabes Medan," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Sementara itu, Argo menuturkan pencopotan Kapolsek Percut Sei Tuan masih dalam proses.

Nantinya, pencopotan ini masih menunggu keputusan dari Kapolda Sumatera Utara.

"Untuk Kapolsek Percut Sei Tuan dalam proses karena untuk Kanit itu kewenangan dari Kapoltabes sedangkan untuk Kapolsek itu kewenangan dari Bapak Kapolda. ini Kapolsek Percut Sei Tuan dalam proses terbukti tidak profesional akan dicopot juga sama bapak Kapolda," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polri mulai melakukan gelar perkara kasus pedagang cabai di Deli Serdang, Sumatera Utara, Liliwari Iman Gea ditetapkan sebagai menjadi tersangka penganiayaan usai cekcok dengan preman pasar.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan kasus tersebut kini telah diambil alih oleh Polda Sumatera Utara.

Adapun gelar perkara tersebut bertujuan untuk meneliti penetapan tersangka yang dilakukan Polsek Percut Sei Tuan.

"Hari ini sedang dilaksanakan gelar perkara di Polda Sumut di Ditkrimum, tujuannya untuk memastikan, meneliti penetapan tersangka yang dilakukan oleh Polsek, untuk memastikan duduk perkara persoalannya serta faktor-faktor penyebab kejadian tersebut," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/10/2021).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kapolsek Percut Sei Tuan Dicopot Buntut Tetapkan Tersangka Pedagang yang Justru Dianiaya Preman

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved