Breaking News:

Beri Alkohol 96 Persen, Otak Miras Oplosan di Tasik Tak Tahu Telah Hilangkan Nyawa Lima Tetangganya

Ut mengaku setelah menyerahkan sejumlah botol alkohol 96 persen kepada para korban, ia langsung kembali ke tempat kerjanya di Jakarta.

Istimewa/Dok Polres Tasikmalaya
Petugas Satreskrim Polres Tasikmalaya memeriksa Ut (57), tersangka otak pelaku kasus miras oplosan yang menewaskan lima warga Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Ut (57), tersangka otak kasus miras oplosan di Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, ternyata tak tahu perbuatannya telah menewaskan lima warga setempat.

Ut mengaku setelah menyerahkan sejumlah botol alkohol 96 persen kepada para korban, ia langsung kembali ke tempat kerjanya di Jakarta.

Ut sendiri selama ini bekerja sebagai office boy (OB) di sebuah SMK di Jakarta.

Baca juga: Otak Kasus Miras Oplosan yang Tewaskan 5 Orang, Ambil Alkohol dari Tempatnya Bekerja di SMK

"Saya hanya menyerahkan alkohol yang diambil dari sekolah. Lalu diserahkan kepada Win (salah satu korban meninggal, Red)," ujar Ut saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (14/10/2021).

Seperti diketahui lima warga tewas setelah menegak miras oplosan di Kampung Cibangun, Desa Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang, Sabtu (2/10) malam.

Kelimanya adalah Dan (22) dan Muh (16) meninggal di rumah, Senin (4/10). Pin (25), Fah (22) dan Win (30) meninggal di RSU SMC Singaparna keesokan harinya.

Dua korban lainnya, Dri (25) dan Ir (18) berhasil diselamatkan setelah menjalani perawatan di RSU SMC.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono, mengatakan, sari hasil pendalaman jajaran Satreskrim, alkohol yang dibawa Ut dan diserahkan kepada Win lalu dioplos dengan minuman berenergi dan obat batuk.

Tersangka Ut mengaku tak ikut minum. Ia hanya mencicipi sedikit dan kemudian kembali ke Jakarta untuk bekerja.

Baca juga: Otak Pelaku Kasus Miras Oplosan yang Menewaskan 5 Warga Tasik Ditangkap Polisi, Ini Perannya

"Saya tidak tahu tetangga saya pada meninggal," kata Ut. Tahu-tahu ia ditangkap polisi di Jakarta karena diketahui sebagai pemasok alkohol.

Tersangka sendiri mengakui perbuatannya. Ia dijerat pasal 204 KUHP tentang pemberian barang berbahaya yang mengancam keselamatan jiwa, dengan ancaman hukumam penjara maksimal 20 tahun

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved