Breaking News:

Warga RW 04 Kebonwaru Bandung Khawatir PT KAI Datang Bawa ALat berat untuk Bongkar Rumah Mereka

Warga di RW 04 Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung, khawatir PT Kereta Api Indonesia (KAI) datang bersama alat berat untuk membongkar rumah mereka.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Warga di Jalan Anyer dan Jalan Sukabumi, RW 04, Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung menolak bangunannya dibongkar oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga di RW 04 Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung, khawatir PT Kereta Api Indonesia (KAI) datang bersama alat berat untuk membongkar rumah mereka.

Dindin Nuryadin, seorang warga mengatakan, saat ini para pemilik rumah masih merasa khawatir PT KAI melakukan pembongkaran paksa tanpa kesepakatan kedua belah pihak.

"Sekarang warga masih tinggal di rumah itu, tapi tetap siaga dan waspada. Kan tidak tahu besok atau lusa bagaimana. Warga siaga saja dulu, kalau dari PT KAI ada lagi, kita akan aksi lagi," ujar Dindin, Rabu (13/10/2021).

Menurut Dindin, dalam beberapa hari terakhir selalu ada pesan berantai melalui WhatsApp yang diduga berasal dari PT KAI.

Isinya, kata dia, terkait dengan pembongkaran.

Sebenarnya, kata dia, warga tidak keberatan jika harus pindah rumah kalau lahan yang mereka tempati memang milik PT KAI.

Hanya saja, kata dia, yang menjadi masalah adalah ongkos bongkar yang diberikan PT KAI sangat murah.

PT KAI memberikan kompensasi bagi rumah semi permanen Rp 200 ribu per meter sedangkan rumah permanen Rp 250 ribu per meter.

"Ongkos bongkarnya jangan segitu. Zaman sekarang mau bagaimana. Dari yang tadinya kita punya rumah dengan nilai seperti itu, kami jadi tidak punya rumah," katanya.

Sebelumnya, warga di Jalan Anyer dan Jalan Sukabumi, Kota Bandung, menolak bangunannya dibongkar oleh PT KAI.

Warga yang menolak bangunannya dibongkar membentangkan spanduk berisi tulisan menolak pembongkaran tersebut.

Bahkan, ada 40 kepala keluarga (KK) dengan 18 objek bangunan melakukan gugatan ke pengadilan.

Tarid Ferdiana, kuasa hukum warga yang rumahnya menolak dibongkar mengatakan, warga keberatan dengan PT KAI yang bertindak semena-mena.

Menurut dia, pembongkaran rumah permanen dan semipermanen di kawasan tersebut dinilai melanggar hukum karena warga sedang menanti gugatan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved