Breaking News:

PKL di Alun-alun Palabuhanratu Ditertibkan, Pedagang Minta Bupati Fasilitasi Tempat Relokasi

Satpol PP Kabupaten Sukabumi melakukan penertiban pedagang kaki lima di depan Alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/10/202

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/M RIZAL JALALUDIN
Penertiban pedagang kaki lima di depan Alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/10/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Satpol PP Kabupaten Sukabumi melakukan penertiban pedagang kaki lima di depan Alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/10/2021) sore.

Kasatpol PP Kabupaten Sukabumi, Dody Rukman Meidianto mengatakan, penertiban dilakukan sebagai bentuk penegakan Perda tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Menanggapi adanya penertiban itu, sejumlah pedagang nampak bernegosiasi dengan pihak Satpol PP agar mereka mempunyai tempat untuk berdagang.

Salah seorang pedagang es teh, Arif (30) mengatakan, para pedagang meminta kepada Bupati Sukabumi, Marwan Hamami untuk memberikan fasilitas tempat mereka berjualan di dekat Alun-alun.

"Kalau kami pedagang kaki lima menanggapi dengan positif, karena memang kebutuhan, kami juga bukan tidak faham, tidak mengerti akan aturan yang dikeluarkan Pemda. Tapi kami pun melakukam hal itu karena dasar mencari penghidupan dan salah satu juga kami sudah meminta kepada pak Bupati dulu itu diminta mengadakan fasilitas untuk para pedagang agar tertata tidak menyalahi aturan yang ada," ujarnya.

"Sehingga tidak berbenturan dengan peraturan Pemerintah Daerah yang akhirnya akan ada jalan keluar yang baik dengan diadakannya fasilitas yang ada dari pemerintah daerah seperti yang ada di Bandung, Purwakarta, pemerintah responsif terhadap warganya, karena makmurnya warga bisa ditinjau adanya kegiatan masyarakat yang merata," kata Arif.

Menurutnya, sampai saat ini Pemda belum memberikan solusi kepada pedagang kemana mereka harus pindah berjualan.

"Sejauh ini pemda belum ada solusi untuk relokasi para pedagang kaki lima ini, sebelum Bupati mengeluarkan peraturan ini pun kami sudah bertemu dengan beliau dan menyarankan kami selaku pedagang tolong dikasih solusi untuk relokasi sehingga kami ada kejelasan untuk masa depan kami," ucapnya.

Pedagang Libur karena Penertiban

Akibat adanya penertiban pedagang kaki lima di Alun-alun Palabuhanratu ini, Arif mengatakan, sejumlah pedagang memilih berlibur karena mereka tidak mempunyai pilihan tempat lain yang ramai pembeli.

"Untuk temen-temen yang lain libur, catatan kami berjaualan di sempadan jalan nah aturannya kami dilarang berjualan di daerah yang zona merah, Masjid Agung aset daerah, lapangan alun alun dan Siliwangi aset daerah kenapa yang diusir yang di depan saja, sedangkan di sebelah sana nggak, kami minta kejelasan pak Bupati, aparat pemerintah dengan sebaik-baiknya, sebijaksananya tolonglah berikan solusi yang terbaik dengan mengadakan fasilitas untuk para pedagang sehingga berjualan itu tertib dan aman, tidak terkesan urakan, semerawut, kumuh, jadi kalau ada solusi untuk kami bisa bisa mendukung upaya ketertiban, keamanan dan keindahan juga kota Palabuhanratu," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved