Breaking News:

Musim Hujan, Waspada Nyeri Otot dan Kepala, Bisa Jadi Terkena Penyakit Ini, Bisa Picu Kematian

Pada saat musim hujan sejumlah penyakit yang paling sering muncul diantaranya adalah Leptospirosis, Kolera, Diare dan Typhus.

Editor: Siti Fatimah
shutterstock
Illustrasi. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pada saat musim hujan sejumlah penyakit yang paling sering muncul diantaranya adalah Leptospirosis, Kolera, Diare dan Typhus. Terlebih bagi daerah yang kerap menjadi langganan banjir.

Dikutip dari laman resmi UGM, Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup, Prof. Dr. dr. Hari Kusnanto, mengatakan penyakit Leptospirosis, Kolera, Diare dan Typhus merupakan ancaman penyakit yang paling sering muncul pada saat musim penghujan.

Apalagi bagi daerah tertentu yang terlanda banjir.

Baca juga: Nyeri Akibat Asam Urat Bisa Cepat Reda dengan Es Batu? Berikut Penjelasan dan Cara Penggunaannya

"Di musim banjir seperti ini yang justru muncul adalah leptospirosis yang ditularkan melalui kencing tikus," kata Hari Kusnanto kepada wartawan, Kamis (30/1), menanggapi mewabahnya panyakit leptosprosis di DKI Jakarta dan Semarang serta beberapa daerah lainnya akibat bencana banjir.

Salah satu ciri penyakit leptospirosis ini menurut dokter ahli bagian kesehatan masyarakat FK UGM ini, gejalanya hampir mirip dengan demam biasa, nyeri kepala, nyeri otot, leher terasa kaku.

Selain itu, sering muntah, batuk dan kelemahan pada usus yang lebih parah yang dapat berakibat kematian.

"Setelah diperiksa, ada tanda seperti gagal ginjal dan gangguan liver," katanya.

Baca juga: Rebus Daun Sirih Cina Lalu Rutin Minum Airnya, Dipercaya Atasi Asam Urat Penyebab Nyeri Sendi

Seperti diketahui, leptospirosis disebabkan bakteri Leptospira interrogans yang bisa menular pada hewan ke manusia.

Urin hewan seperti sapi, babi, anjing dan tikus yang tertular, air atau tanah tercemar merupakan sumber penularan.

Tikus yang mempunyai kesempatan bergerak luas melampui batas-batas kepemilikan lahan merupakan sumber penular yang paling potensial.

Leptospirosis merupakan penyakit menular yang bisa menimbulkan risiko kematian. Hari Kusnanti menyebut penyakit ini silent killer. 

Dia pun  menghimbau masyarakat untuk selalu waspada. Untuk mengantisipasi penularan penyakit zoonosis ini, dia menyarankan agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dan memperhatikan kebersihan lingkungan. H

al itu dapat dilakukan dengan cuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan makan dan minum serta peralatan masak dapur.

"Terlebih saat bencana banjir, menurut saya suplai air bersih harus selalu tersedia. Itu yang sering dilupakan orang. Air bersih untuk keperluan mencuci dan masak terutama," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved