Breaking News:

Museum Geologi Siapkan Pengaturan Pengunjung, Sementara Tak Terima dari Luar Bandung Raya

engelola Museum Geologi dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Bandung melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan menjelang pembukaan museum

TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Museum Geologi Bandung segera dibuka kembali dengan penerapan prorokol kesehatan yang ketat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengelola Museum Geologi dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Bandung melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan menjelang pembukaan museum lantaran telah mendapatkan relaksasi. 

Sub Koordinator Peragaan Museum Geologi, Arif Kurniawan mengatakan simulasi pembukaan ini dihadiri tim Disbudpar untuk mengecek sejumlah kesiapan pengelola jelang beroperasi.

Sejak pertengahan 2020, kata Arif, pengelola sudah menyiapkan infrastruktur penunjang protokol kesehatan, semisal pembatas jarak, hand sanitizer, dan penyemprotan disinfektan rutin.

"Kami juga akan batasi pengunjung yang datang dari kondisi normal mencapai 3.000 per hari. Pengunjung di luar Bandung Raya kami tolak dahulu. Rombongan yang ingin datang wajib reservasi dahulu. Dan lebih dari 20 orang kami tolak, sedangkan pengunjung umum kami lihat situasi di dalam," katanya, Rabu (13/10/2021).

Kapasitas setiap ruangan di Museum Geologi, lanjutnya, dibatasi hanya 20 orang. Setiap 15 menit mereka diarahkan untuk bergerak ke ruang lainnya, dan pengunjung yang antre dapat masuk bergiliran.

"Sifatnya dinamis. Kami masih evaluasi jika terlalu banyak maka dikurangi. Kalau kelihatan kosong bisa diperbolehkan. Kami siapkan juga petugas di titik-titik yang berpotensi muncul kerumunan seperti di area simulator gemla dan anak usia di bawah 12 tahun akan dibatasi," ujarnya.

Arif menyebut pihaknya sedang mengajukan permohonan pemasangan QR Code ke Kementerian Kesehatan. Sehingga waktu pembukaannya belum dapat dipastikan.

Selama pandemi, Museum Geologi melayani warga secara online menggunakan media zoom.

"Kami gelar kunjungan virtual. Biasanya sekolah-sekolah secara rombongan melakukan registrasi online. Dan kami jadwalkan pada hari tertentu, lalu kami siapkan petugas yang akan memandu wisata edukasi secara online," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved