Breaking News:

MIRIS, Tempat Karaoke Milik Guru PNS di Sumedang Jual Minuman Keras, Ketahuan Saat Dirazia

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang merazia warung kelontong dan tempat karaoke di sejumlah lokasi.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Petugas mengamankan minuman keras dalam razia yang dilakukan pada Selasa (12/10/2021) malam. (Dok. Satpol PP Sumedang) 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang merazia warung kelontong dan tempat karaoke di sejumlah lokasi.

Hasilnya, ratusan botol minuman keras (miras) diamankan dalam razia itu.

Mirisnya, miras tersebut disita di satu di antara tempat karaoke milik seorang guru.

Dalam keterangan yang diterima TribunJabar.id, guru tersebut berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Razia dilakukan bersama aparat gabungan TNI-Polri di berbagai lokasi di Sumedang, Selasa (12/10/2021) malam. 

Petugas memerinci sitaan miras berdasarkan tempat razia.

Yakni, ratusan botol miras saat razia di tempat tempat karaoke milik OJ (55) di Jalan Lingkar Wado-Darmaraja.

Miras juga didapati di toko kelontongan milik YS (53) yang berlokasi di Dusun Elos RT 01/03, Desa Cikareo Selatan, Kecamatan Wado. 

Dan di tempat karaoke milik guru PNS NSH (52) yang berlokasi di Jalan Lingkar Wado. 

"Hasil operasi gabungan, kami mengamankan sebanyak 181 botol miras berbagai merek," ucap Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Sumedang, Yan Mahal Rizzal, kepada TribunJabar.id melalui sambungan seluler, Rabu (13/10/2021).

"Seluruh barang bukti minuman keras tersebut diamankan ke Markas Satpol PP Sumedang, " kata dia.

Yan Mahal Rizzal menyebut razia ini digelar untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dan sebagai upaya untuk mengurangi tindak kriminalitas.

Selain itu, kata dia, para penjual miras ini akan dipanggil untuk proses pemeriksaan. 

"Ketiga penjual miras tersebut akan dipanggil ke markas Satpol PP Sumedang untuk dimintai keterangan oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS), " ujarnya. (*)

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Minibus Tabrak Bagian Belakang Kendaraan Lain, Satu Orang Meninggal

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved