Dua Pegulat Andalan Kota Cirebon Berpeluang Tambah Medali PON XX untuk Kontingen Jawa Barat

Dua pegulat andalan Kota Cirebon, Aditya Eka Lazuardi dan Peri Budiawan, berpeluang menambah medali untuk Kontingen Jawa Barat pada PON XX 2021 Papua.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
Dok Kharisma
Kharisma Tantri Herlina saat meraih medali emas di PONPapua di cabang olahraga gulat kelas 62. 

Dewi Peraih Emas yang Guru Madrasah

Salah seorang guru MTsN 1 Luragung, Kuningan, Jawa Barat, Dewi Atya berhasil meraih emas di cabang olahraga Gulat di PON Papua XX tahun 2021.

Alhamdulillah Pak, saya meriah emas di Cabor Gulat untuk kelas 56 kilogram," ujar Dewi saat dihubungi ponselnya, Minggu (10/10/2021).

Keberhasilan atlet Gulat, kata Dewi yang juga warga Kota Cirebon ini mengaku bahwa ini merupakan kali kedua setelah mengikuti ajang sama di PON Bandung pada tahun 2016 lalu.

"Iya, senang banget bisa mempertahankan prestasi. Ini merupakan keberhasilan sama pada kelas gulat di PON Bandung pada tahun 2016, ikut lomba 60 Kilogram," kata Dewi lagi, yang juga atlet di bawah pimpinan KONI Kota Cirebon.

Dewi Atya, atlet gulat asal Kota Cirebon peraih medali emas di PON Papua.
Dewi Atya, atlet gulat asal Kota Cirebon peraih medali emas di PON Papua. (Dok. Pribadi)

Dewi yang masih di Papua mengatakan, usaha keberhasilan dalam merebut medali emas ini, setelah sebelumnya mengalahkan sejumlah atlet dari Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatra Barat dan Atlit Gulat dari Papua sendiri.

"Ya dengan mengalahkan atlet tersebut, karena memang mereka masuk usai melakukan lomba pra PON sebelumnya. Jadi hanya daerah tadi yang ikut dan sementara daerah lainnya kalah di pra PON sebelumnya," ujar Dewi yang juga PNS mengajar di Bidang Olahraga ini.

Teknik dalam meraih kemenangan tadi, kata Dewi mengklaim menggunakan semua teknik dalam gulat tersebut. Seperti kuncian, bantingan dan gulungan.

"Jadi begini, untuk  lomba Gulat. Kita main 3 menit x dua babak dan istirahat 30 detik. Dari lomba tadi, teknik kemenangan yang digunakan hampir semuanya. Seperti kuncian, gulungan dan bantingan," kata Dewi lagi.

 
Dewi menambahkan untuk perlombaan gulat ini ada dua gaya yang dilakukan. Seperti gaya bebas dan gaya gregeoraman.

"Ya untuk kategori pria itu ada gaya gregeoraman. Kemudian sebagai harapan, semoga atlet gulat ini banyak di minati oleh generasi penerus, sebab untuk porsi Atlet Gulat memang masih sedikit dan ini bisa berpeluang baik bagi penerus," kata guru yang ikut pada CPNS 2018 . (ahmad ripai)

Baca juga: Motivasi Angkat Harga Diri Keluarga, Kharisma Gadis Pegulat KBB Sabet Medali Emas di Pon Papua

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved