Breaking News:

Di Benak Pekerja Bangunan Saat Memahat Nama yang Gugur Karena Covid-19 di Monumen Penghormatan

Monumen mengenang tenaga kesehatan, peneliti, relawan, dan pahlawan dari profesi lain yang gugur di masa pandemi dibangun di Bandung.

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Ratusan nama tengah diukir dalam lempengan batu, kemudian dipasang tersusun rapi di monumen kembar di antara Lapangan Gasibu dengan Monumen Perjuangan Masyarakat Jawa Barat di Kota Bandung. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan nama tengah diukir dalam lempengan batu untuk mengenang para tenaga kesehatan, peneliti, relawan, dan pahlawan dari profesi lainnya yang berjuang dan gugur selama pandemi Covid-19

Lempengan batu itu kemudian dipasang tersusun rapi di monumen kembar di antara Lapangan Gasibu dengan Monumen Perjuangan Masyarakat Jabar di Kota Bandung.

Monumen penghormatan ini diinisiasi dan dirancang oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Para pekerja bangunan itu pun tampak serius mengerjakan pembangunan monumen tersebut di tengah terik matahari. Mereka bekerja tanpa banyak mengobrol, hanya terdengar desing mesin pemotong dan ketukan palu pada pahat yang mengantam batu, mengukir nama-nama para pahlawan pandemi.

Seorang pekerja bangunan, Ali Ahmad (25) merasakan hal berbeda saat mengerjakan pembangunan tersebut. Ia bekerja diliputi rasa haru sekaligus bangga saat memahat nama-nama para pahlawan, berbeda jika dibandingkan saat mengerjakan proyek pembangunan lainnya.

"Awalnya sih biasa-biasa saja, karena harus konsentrasi bekerja. Tapi makin ke sini makin terpikir, ini nama-nama orang penting, mereka meninggal karena sudah berjuang untuk kita," kata Ali di sela pekerjaanya, Rabu (13/10).

Baca juga: Sosialiasi KUR dan Optimalisasi Pusat - Pusat Pengembangan Inkubasi Bisnis di Lingkungan Kampus

Ia mengatakan dalam pekerjaanya, harus dipastikan tidak ada kesalahan huruf pada nama-nama yang dipahat tersebut. Jika terjadi kesalahan data kemudian ada perbaikan nama, maka nama yang sudah beres diukir atau dipasang harus diganti lagi.

"Kita bekerja sebaik mungkin, sesempurna mungkin. Kita sudah bekerja dua mingguan dan sampai nanti katanya diresmikan 10 November. Saya bangga bisa ikut membangun monumen penting ini, mengabadikan nama-nama orang hebat," katanya.

Pekerja lainnya, Tuwuh Santoso (40), mengatakan ia memasang nama-nama pada lempengan batu tersebut dengan diliputi rasa bangga sekaligus sedih. Ia terkadang memikirkan siapa nama-nama tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved