Breaking News:

Cerita Petugas Disparbud Karawang Pindahkan si Jagur, Tiba-tiba Datang Hantu Tentara Belanda

Meriam Si Jagur dari Utara Karawang kini dipajang di halaman Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang setelah puluhan tahun terbengkalai

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Cikwan Suwandi
Meriam Si Jagur dari Utara Karawang yang kini ada di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG- Meriam Si Jagur dari Utara Karawang kini dipajang di halaman Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang setelah puluhan tahun terbengkalai di bekas Kantor Kawedanaan Rengasdengklok.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang, Firman Sofyan, mengatakan, tak ada yang selama ini tak ada yang berani mengangkat Si Jagur.

Konon ketika ada yang memindahkan si meriam itu, dikatakan Firman, maka akan jatuh sakit berkepanjangan sebelum meriam itu dikembalikan ke tempat semula.

Baca juga: Cerita Pemkab Karawang Pindahkan Si Jagur, dari Hantu Tentara Belanda Hingga Ritual Jupel

Firman mengaku, untuk memindahkan meriam Si Jagur ke Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang diperlukan sejumlah ritual yang dilakukan oleh sejumlah juru pelihara.

"Malah sistem pemindahan tidak sembarangan, maka kita ada ritual dulu yang dilakukan juru pelihara di makam mbah Masrin dan juga di kawedanaan," kata Firman kepada Tribun Jabar, Rabu (13/10/2021).

Selain itu, Firman juga menyebutkan dalam proses pemindahan meriam Si Jagur, sejumlah anak buahnya sempat lari terbirit-birit karena melihat sosok hantu yang mengenakan seragam tentara Belanda.

"Mitos lainnya, saat ini disimpan di gudang. Anak buah saya, waktu itu sekitar jam 8 (malam), katanya ada sosok tentara Belanda, tinggi gede. Dan semua lari," katanya.

Selama dipajang di halaman Kantor Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang, dikatakan Firman, tidak pernah terjadi cerita gaib apapun.

"Kalau sekarang Alhamdulillah tidak ada, karena mungkin tahu tujuan kita ini untuk merawatnya, untuk mengingat sejarah," katanya. (Cikwan Suwandi)

--

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved