Breaking News:

7.421 Mengadu Korban Rentenir, 70 Persen Ibu Rumah Tangga, Ternyata Ini Alasannya Pinjam Uang

Rentenir Kota Bandung selama tiga tahun menerima pengaduan korban rentenir sebanyak 7.421 orang.

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
kompasiana
Illustrasi. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Satuan Tugas (Satgas) Rentenir Kota Bandung selama tiga tahun terakhir sudah mengatasi 965 kasus, sedangkan yang mengadu dan merasa jadi korban rentenir ada 7.421 orang.

Ketua Harian Satgas Anti Rentenir Kota Bandung, Saji Sonjaya, mengatakan, tidak semua pengaduan bisa dibantu dimediasi ke rentenir.

"Satgas tidak bisa memenuhi permintaan pelapor harus dilihat kasus dan domisili korban dan rentenir," ujar Saji melalui telepon, Rabu (13/10).

Baca juga: FAKTA Perempuan Garut Ngaku Dibegal, Utang ke Rentenir dari 20 Juta jadi Rp 25 M, Bupati:Tidak Logis

Menurut Saji, yang dimediasi adalah korban warga Kota Bandung dengan meminjam ke rentenir tapi berbentuk koperasi. 

"Banyak rentenir berkedok koperasi tapi menerapkan bunga di luar kewajaran, baru kami bertindak," ujarnya.

Saji mengatakan,  tim Satgas hanya mediasi bukan melunasi utang, dari  pengaduan 7.421 kasus namun yang dimediasi dan fasilitasi antara warga dan tentenir 965 orang.

"Kami mediasi dan Advokasi warga Kota Bandung yang benar benar korban rentenir, sisanya kita dorong pemberdayaan dengan cara penyelesaian mandiri," ujarnya.

Baca juga: Ibu Asal Garut Terbelit Hutang Rentenir, Perempuan Rentan Terjerat Pinjol? Ini Kata Dosen Sosiolog

Menurut  Saji berbagai macam.kasus yang dihadapi oleh tim, ada korban mengadu karena utang ke rentenir tidak pernah lunas.

"Hutang ke rentenir perorangan yang ditangani tim satgas anti retntenir terbesar  Rp 480 juta, sudah masuk pembayaran Rp 800 juta, tapi tagihan tetap  Rp 480 juta.

Saji mengatakan, ada yang mengadu dan tak bisa dibantu karena utangnya ke Pinjol (pinjaman online) sampai 120 aplikasi.

"Jika satu aplikasi pinjam Rp 1 juta  berarti 120 jutaan, belum ditambah bunga nya,  ini yang sulit dibantu, " ujarnya.

Saji merasa heran yang memiliki urang kepada 120 aplikasi,  padahal si peminjam ini lulusan Perguruan Tinggi terkenal di Kota Bandung. 

Baca juga: Fakta Sejauh Ini Perempuan Garut Ngaku Dibegal, Terbelit Utang Rentenir Rp 25 Miliar

Saji mengatakan, yang menjadi korban rentenir 70 persen ibu rumah tangga dan yang mengaku sebagian besar karena kebutuhan ekonomi untuk modal dagang.

"Tim hanya membantu yang benar,benar korban rentenir  itu pun korban harus tetap bayar sisa pokok,  bunga nya kamu mediasi dengan rentenir," ujarnya.

Saji Sonjaya mengatakan, anggota Satgas anti entenir diisebar di semua kecamatan untuk memonitor dan mengadakan pembinaan kepada masyarakat agar tidak terjerat utang rentenir dan menindak rentenir berkedok koperasi.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved