Breaking News:

Korban Begal Palsu Jadi Tersangka

Pemberi Utang ke Ineu Siti Nurjanah Bisa Dikenai Pasal Bank Gelap, Bupati Sebut Bohong

Kasus begal palsu ini bermula dari seorang perempuan bernama Ineu Siti Nurjanah yang terjerat utang pada rentenir.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Ravianto
Tribunjabar.id/Sidqi
Ineu Siti Nurjanah (31), perempuan yang mengaku korban begal Rp 1,3 miliar di Garut, ditetapkan sebagai tersangka, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNJABAR,ID, GARUT - Bupati Garut Rudy Gunawan angkat bicara terkait kasus Garut atau kasus begal palsu di Jalan Raya Cisurupan-Cikajang.

Kasus begal palsu ini bermula dari seorang perempuan bernama Ineu Siti Nurjanah yang terjerat utang pada rentenir.

Capek terus-terusan ditagih, Ineu Siti Nurjanah akhirnya mengarang cerita bohong, mengaku uang Rp 1,3 miliar-nya dirampok.

Ineu Siti Nurjanah berharap dengan menjadi korban begal, sang rentenir menjadi iba.

Apa daya, akting Ineu Siti Nurjanah diketahui polisi dan dia kini menjadi tersangka.

Bupati Garut Rudy Gunawan menyebut utang Ineu Siti Nurjanah yang membengkak sampai Rp 25 miliar itu tidak logis.

Meski demikian, dia menilai kasus Garut ini membuka mata para korban rentenir untuk segera melapor.

Baca juga: Fakta Sejauh Ini Perempuan Garut Ngaku Dibegal, Terbelit Utang Rentenir Rp 25 Miliar

"Ya bagus aja bagi dia, kan jadinya pemicu buat korban rentenir lain di Cikajang agar melapor, apalagi tagihannya dengan intimidasi apalagi bunganya besar, ada hukum yang mengatur soal itu," ujar Bupati Garut Rudy Gunawan saat ditemui Tribunjabar.id, Selasa (12/10/2021).

Ia menjelaskan jika masyarakat Garut termintimidasi oleh rentenir maka bisa melaporkan ke aparat penegak hukum karena menagih hutang menurutnya tidak boleh dengan kekerasan atau pun dengan ancaman.

"Jadi bisa bergeser ke pidana kalo seorang rentenir nagih-nagih dan sebagainya apalagi kan bisa dikenakan bank gelap yang memperdagangkan uang, jadi ya lapor saja jika ada ancaman," ungkapnya.

Rudy menyebut jika rentenir tersebut bekerja melayani dan meminjamkan uang dengan bunga yang tidak masuk akal kepada puluhan hingga ratusan nasabah, maka hal itu bisa dikategorikan sebagai bank gelap. 

"Kalo meminjamkannya ke satu atau dua orang mungkin itu tidak masuk ke dalam mata pencaharian tapi kalo sudah ratusan orang itu sudah rentenir, bank gelap bisa kena, jika dilaporkan bisa diselidiki masuknya ke pasal mana," ucapnya.

Menurutnya kasus Ineu yang mengaku punya hutang ke rentenir dari nominal Rp. 20 juta yang membengkak hingga Rp. 25 miliar tidak logis.

Menurutnya pengakuan Ineu tentang jeratan hutang rentenir itu bohong.

"Dari Rp. 20 juta sampai Rp.25 Miliar itu tidak mungkin, jadi itu bohong gak logis," ungkap mantan advokat itu.(Sidqi Al Ghifari/Tribun Jabar)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved