Breaking News:

Pelaku Penusukan 3 Orang di Ciwaruga Bandung Barat Suka Melamun dan Asah Pisau, Ini Alasannya

Keluarga mengatakan pelaku penusukan terhadap tiga orang di Ciwaruga kerap melamun.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Istimewa/ Capture Video
Warga saat mengamankan warga yang diduga ODGJ setelah melakukan penusukan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pihak keluarga pelaku penusukan terhadap tiga orang, angkat bicara terkait kejadian yang menyebabkan satu orang meninggal dunia di Kampung Ciwaruga, RT 03/05, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seperti diketahui, pelaku penusukan itu yakni pria berinisial A (28) yang diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

Sedangkan korban yang meninggal dunai yakni Ajeng Ruhiyat (56), sementara Ian (40) dan Ujang Sumarna mengalami luka parah.

Kakak pelaku penusukan itu, Dani (30) mengatakan, keseharian pelaku selama ini sebetulnya tidak pernah ke luar rumah karena merasa malu dan minder jika bertemu dengan tetangganya.

"Jarang keluar dan enggak mau ke luar, paling hanya melamun," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (12/10/2021).

Sementara saat disinggung bahwa adiknya itu suka mengasah pisau, Dani membenarkan, tapi hal tersebut dilakukan adiknya hanya untuk memotong rumput yang ada di sekitar rumahnya.

"Iya, paling buat itu (motong) rumput-rumput itu, suka dibersihin gitu," kata Dani.

Sebelum kondisinya seperti saat ini, Dani mengatakan, bahwa adiknya itu biasa bergaul dengan anak muda pada umumnya, suka tidak pulang ke rumah selama dua sampai tiga hari.

"Dulu pernah dibawa ke pesantren di daerah Lembang untuk pengobatan," ucapnya.

Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengatakan, untuk memastikan, pelaku ini mengalami gangguan jiwa, pihaknya langsung membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua untuk dilakukan observasi terkait kondisi kejiwaan dari pelaku tersebut.

"Sementara masih diobservasi, masih diawasi di rumah sakit gangguan kejiwaan yang ada di Cisarua," ucap Imron.

Imron mengatakan, upaya observasi itu dilakukan untuk menentukan proses hukum selanjutnya bagi pelaku karena orang yang mengalami gangguan jiwa tidak bisa dilakukan proses hukum.

"Jadi, kita masih menunggu hasil observasi dan pengobatan yang dilaksanakan di rumah sakit tersebut," katanya.

Baca juga: Kesedihan Istri Korban Penusukan di Bandung Barat, Tidak Tahu Kondisi sang Suami

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved