Breaking News:

Bela Peternak Unggas yang Kian Terpuruk, BEM SI Ismapeti Desak Kementan & Kemendag Penuhi 9 Tuntutan

Mahasiswa mendesak dua kementerian memenuhi sembilan tuntutan mereka demi melindungi peternak di sektor perunggasan.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Aksi yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan agar menegakkan aturan di sektor perunggasan untuk melindungi keberadaan peternak.

Ketua Umum ISMAPETI, Rizal Farah mengatakan, pemerintah harus sadar tentang permasalahan besar di sektor perunggasan.

Selama ini, kata dia, pemerintah tidak memiliki komitmen dalam menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri.

"Kami mahasiswa yang tergabung dalam PB ISMAPETI meminta kehadiran komitmen pemerintah dalam menegakkan aturan di sektor perunggasan untuk melindungi keberadaan peternak rakyat mandiri," ujar Rizal, dalam keterangnya, Selasa (12/10/2021).

Pihaknya pun meminta agar pemerintah menandatangani fakta integritas yang berisi sembilan poin tuntutan.

Ketua BEM Peternakan UNPAD Lendri Fitrah mengatakan sembilan poin itu merupakan komitmen untuk menuntaskan polemik usaha ayam dan telur peternak rakyat mandiri.

Berikut ini sembilan poin tuntutan yang dituangkan dalam fakta integritas :

1. Kementan berkomitmen menjamin supply DOC FS ke peternak rakyat mandiri, sesuai pasal 19 ayat 1 Permentan 32 tahun 2017.

2. Kementan berkomitmen untuk melarang dan menghukum perusahaan integrator yang menjual HE ke pasar tradisional, dengan mencabut kuota import GPS kepada perusahaan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved