Breaking News:

Alumni UPTD PSRPD MENSENETRUWITU Mendapat Alat Olah Pangan, Alat Membatik,dari PLN

Wajah sumringah terpancar dari Kepala UPTD PSRPD MENSENETRUWITU, Ferrus Syammach, siswa difable, Syukur, dan pengrajin batik, Agung. Mereka gembira ka

PLN
Alumni UPTD PSRPD MENSENETRUWITU Mendapat Alat Olah Pangan, Alat Membatik,dari PLN 

TRIBUNJABAR.ID, Wajah sumringah terpancar dari Kepala UPTD PSRPD MENSENETRUWITU, Ferrus Syammach, siswa difable, Syukur, dan pengrajin batik, Agung.
Mereka gembira karena telah mendapatkan manfaat bantuan dari PLN sejak 2019 dan kini (10/10) mereka mendapat bantuan lagi dari PLN UID Jabar dan YBM PLN UID Jabar saat Menteri BUMN mengunjungi Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mental Sensorik, Netra, Rungu, Wicara, Tubuh (UPTD PSRPD MENSENETRAWITU).

Ferrus berbahagia karena setelah ada bantuan dari PLN, para difable mendapat berbagai support dari alat olah pangan, sarana prasarana fisik berupa gazebo tempat membatik hingga alat membatik

"Terimakasih kepada PLN yang sangat peduli dengan difable. Mudah-mudahan dengan kepedulian PLN, usaha memberdayakan dafable bisa berkembang pesat," ujar Ferruz
Pada pengelolaan pangan, bantuan PLN berupa alat blender, lemari es, freezer, mixer, dan kompor listrik di panti sangat berguna bagi mereka. Berbagai bantuan tersebut dapat digunakan mereka untuk memproduksi berbagai makanan seperti kripik, bolu, kue kering dan frozen food. Hasil produksi tersebut lalu diperjualbelikan ke lingkungan sekitar terdekat atau melalui promosi mulut ke mulut.

Selain kuliner, Ferruz juga mengembangkan program keterampilan membatik di UPTD untuk meningkatkan ketrampilan difabel. “Potensi difable untuk membatik tidak kalah dari orang orang pada umumnya. Kualitas dan desain yang mereka buat menarik,” tegas Ferrus.

Selanjutnya, meski para siswanya telah belajar batik, Ferrus mendapatkan cerita bahwa mereka belum bisa mengimplementasikan ilmunya secara maksimal karena ada kendala di lapangan setelah kembali ke daerah masing masing. Oleh karena itu, Ferrus lalu memohon untuk difasilitasi pendirian UMKM di panti ini. Menurutnya, dengan membatik di panti, mereka bisa bekerja secara kelompok dan lokasinya sudah ramah difable.

Untuk mewujudkan mimpi mereka, kepala panti menggandeng PLN UID Jabar untuk memberikan bantuan TJSL nya bagi pengembangan batik di panti ini. Bantuan dari PLN UID Jabar berupa Gazebo dan kompor keramik listrik ini sangat dirasakan manfaatnya karena kini mereka bisa membatik dengan nyaman, bersih dan terhindar dari polusi sehingga produktivitas semakin meningkat.

Rasa syukur atas bantuan PLN disampaikan oleh Agung, pengrajin batik di UMKM Muliahati. Syukur senang bisa bergabung dengan teman-teman membuat batik muliahati.
“Alhamdulillah kami sudah mendapat bantuan dari PLN berupa kompor keramik listrik untuk membatik. Dengan kompor ini kami bisa membatik lebih nyaman, lebih bersih dan mengurangi polusi. Kami juga senang Pak Menteri datang mengunjungi kami, untuk memberikan semangat kepada kami semua,” ujar Agung dengan penuh haru setelah bertemu Menteri BUMN Erick Thohir.

Tidak hanya Agung, siswa penerima bantuan YBM PLN UID Jabar, Syukur sangat senang menerima bantuan kaki palsu. “Semoga YBM PLN ke depannya semakin baik dan semakin bermanfaat bagi banyak orang,” harap Syukur.

Sementara itu, Iwan Ridwan, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Jabar menyampaikan bahwa Program pogram yang ada di UPTD sangat menarik dan bermanfaat oleh karena itu PLN mendukung dengan memberi bantuan TJSL.

“PLN UID Jabar terus berupaya melakukan inovasi berkelanjutan dalam menjalankan SGDs sehingga memberikan dampak positif dalam memajukan masyarakat untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Salah satu bentuknya yaitu dengan memberi bantuan kepada UPTD PSRPD MENSENETRUWITU,” ujar Iwan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved