Breaking News:

UPDATE Kasus Covid-19 di Bandung, Ini Kecamatan dan Kelurahan Penyumbang Angka Tertinggi

Kasus aktif Covid-19 di Kota Bandung kembali menurun. Sebelumnya, sempat terdapat 100 kasus pada Sabtu (9/10/2021).

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
freepik
Ilustrasi virus corona - Kasus aktif Covid-19 di Kota Bandung kembali menurun. Sebelumnya, sempat terdapat 100 kasus pada Sabtu (9/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus aktif Covid-19 di Kota Bandung kembali menurun. Sebelumnya, sempat terdapat 100 kasus pada Sabtu (9/10/2021).

Kini kasus aktif turun menjadi 95 kasus pada Minggu (10/10/2021).

Jumlah tersebut tercatat dalam Pusat Data Covid-19 Kota Bandung

Wilayah dengan kasus tertinggi di Kota Bandung terdapat di Kecamatan Sukasari dengan 15 kasus, disusul Kecamatan Sukajadi dan Cibeunying Kidul dengan delapan kasus, serta Kecamatan Cibeunying Kaler dan Bandung Kulon dengan tujuh kasus.

Sementara tingkat kelurahan, tertinggi ada di Kelurahan Sarijadi dengan tujuh kasus.

Kemudian Kelurahan Sekejati dan Gegerkalong dengan lima kasus, serta Kelurahan Caringin dan Sukaluyu dengan empat kasus.

Kondisi penyebaran yang mulai melandai di Kota Bandung tak terlepas dari gencarnya Pemkot Bandung bersama semua pihak dalam melakukan percepatan vaksinasi guna terbentuknya herd immunity.

Hampir semua pegawai ritel hingga tenaga pendidik di Kota Bandung sudah tervaksin.

Kini, pemkot tengah menggencarkan pula vaksinasi terhadap usia remaja, 12-17 tahun, serta lansia dan kelompok rentan lainnya. 

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, terus mengimbau kepada warga untuk tak abai pada protokol kesehatan di setiap aktivitasnya.

Yana juga mengaku saat ini pemerintah tengah melakukan uji coba terhadap pasar-pasar tradisional terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

"Kita tak pernah tahu pembeli itu datang dari zona apa. Jadi, saya minta pedagang juga bisa melindungi dirinya sendiri dengan patuh pada protokol kesehatan. Jangan abai, jangan euforia, tetap prokes pokoknya. Karena meskipun nanti vaksin sudah 100 persen, kita tetap harus adaptasi dengan kebiasaan baru, salahsatunya menggunakan masker," ujarnya. (*)

Baca juga: Banyak Kejahatan Imbas Pertumbuhan Industri Pinjaman Online, Jokowi Minta Mitigasi Risiko Diperkuat

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved