Breaking News:

Penolakan Aplikasi PeduliLindungi di Pasar KBB Bertambah, Kali Ini dari Pedagang Pasar Panorama

Pasar tradisional di KBB yang menolak penerapan aplikasi PeduliLindungi bertambah.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
wildan noviansah/tribun jabar
Pasar Panorama Lembang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Penolakan wacana penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berlanjut setelah sebelumnya ditolak mentah-mentah oleh pedagang di Pasar Tagog Padalarang.

Kali ini penolakan wacana Pemkab Bandung Barat tersebut muncul dari pedagang di Pasar Panorama Lembang karena penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk ke pasar tradisional itu khawatir akan berpengaruh terhadap tingkat kunjungan ke pasar.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Panorama Lembang (P4L) Asep Dadang Kustiman mengatakan, penolakan tersebut muncul karena kondisi di Pasar Panorama Lembang belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19 dan pendapatannya juga menurun.

"Dengan daya beli masyarakat yang sudah menurun, sejumlah pedagang Pasar Panorama Lembang bahkan harus gulung tikar. Jadi, kalau aplikasi PeduliLindungi diterapkan di pasar, para pedagang sepertinya menolak," ujarnya di Pasar Panorama Lembang, Senin (11/10/2021).

Selain itu, kata dia, di pasar ini juga banyak pintu masuknya, sehingga jika aplikasi itu benar-benar diterapkan, harus ada petugas yang banyak untuk menerapkan kebijakan dari Pemkab Bandung Barat ini.

"Dari sisi pembeli pun bisa ketakutan buat datang ke pasar. Kasihan, kan, orang-orang yang cari uang dari berjualan, jadi susah," kata Asep.

Kemudian, kata dia, penolakan penerapan aplikasi itu juga karena pedagang di Pasar Panorama Lembang belum seluruhnya siap menggunakan aplikasi PeduliLindungi, mengingat tidak semua pedagang menggunakan smartphone.

"Kemudian ada juga pedagang yang binggung menggunakan aplikasi itu. Kedua, banyak yang kemarin sudah divaksin ternyata barcode-nya tidak keluar, karena mungkin NIK-nya belum valid," ucapnya.

Ia mengatakan, bahwa untuk saat ini pedagang berharap agar aplikasi PeduliLindungi tidak diterapkan dulu di Pasar Panorama Lembang karenan nantinya para pembeli jadi enggan ke pasar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved